LAMONGAN, Reportase INC – Sawonggaling, Babat sungguh hari itu menjadi lautan manusia (Minggu, 30/11/2025).
Semenjak pagi pengunjung sudah memadati lapangan tempat digelarnya jalan sehat. Sebelumnya diawali senam aerobik. Dengan iringan musik menghentak-hentak. Membuat peserta kian semangat berjingkrak-jingkrak. Pejabat Forpimcam (Forum Pimpinan Kecamatan) Babat (terdiri atas Camat, Kapolsek dan Komandan Rayon Militer) berkenan membuka secara resmi jalan sehat berkupon.
Rute yang dilalui melewati jalan Sawonggaling, belok ke Utara menyusuri jalan Sumowiharjo. Setelah penyeberangan ril sepur, belok ke barat mengikuti jalan Gotong Royong.
Sampai jalan Jombang melintasi jomplangan sepur lagi, baru belok ke timur masuk kampung Roworejo. Setelah itu langsung masuk finish, kembali ke lapangan Sawonggaling.
Di panggung utama sudah ada tim musik penghibur, Bala Band. Musik para tetua Tempo Doeloe tampil dengan tembang-tembang kenangan versi Koes Plus. Dan acara dipandu MC cewek kondang, Neni Sandi dari Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Kab.Lamongan itu juga ada selingan musik Trianjel Sport And Wear, pimpinan Sande Irama.
Di sela-sela musik asal Babat itu, hadir bupati Lamongan, Yurohnur Efendi dan Wabup, Dirham beserta ibu dan rombongan. Tampilan berikutnya adalah sendratari kolosal anak binaan sanggar seni Waskita, karang taruna Babat. Ada juga peragaan membuat wingko. Mulai bikin adonan dasar yakni meracik tepung ketan, parutan kelapa dan gula dengan takaran tertentu. Setelah diuleni dengan sempurna, adonan termaksud dicetak ke loyang dengan berbagai ukuran. Sampul menunggu proses pengopenan, panitia sempat mengedarkan beberapa jeblok wingko yang sudah jadi. “Wingko yang masih panas jangan langsung diwadahi. Khawatir cepat badi dan tidak tahan lama. Tunggulah proses pendinginan sekitar 15-20 menit. Bila mengopennya sangat sempurna dan kering, wingko bertahan lebih dari seminggu” tutur Bachtiar Hendro, putra kinasih dan generasi penerus Bambang Indrajaya yang pernah masuk Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai produsen wingko terbesar di Indonesia, dengan wingko berdiameter 3 meter, tebal 10 cm.
Bupati Lamongan dalam pidato sambutannya bertutur, bahwa ternyata sejarah wingko Babat punya nilai sejarah panjang. Sebagaimana dilambangkan dalam tampilan sendratari baru saja dimainkan secara kolosal.
Guna menyemangati pengunjung, Bupati Yurohnur memancing teriakan yel-yel : “Wingko…!!”
Pengunjung menyahut : “Babat…!!”
Bila Pak Bupati bilang : “Wingko Babat…!!”
Audiens se lapangan rela berpanas-panas itu meneriakkan :”Megilan…!”.
Usai berorasi secukupnya, Bupati dan rombongan (ada Camat Babat, Lurah Babat, Kepala Dinas Pariwisata Lamongan, Kepala Dinas Perindustrian Lamongan, dll) berkenan melepas balon-balon ke udara. Lagi-lagi diiringi pesta kembang api sebagaimana start jalan sehat tadi. Dan klimaks acara meresmikan bangunan tugu terbuat dari wingko setinggi 5 meter. Sementara wingko-wingko dari berbagai merk dibeli dari berbagai pabrik yang ada di Kelurahan Babat itu dibentuk layaknya gunungan. Tak ayal pula, setelah diresmikan Bupati, wingko-wingko berjumlah sekitar lima ribu delapan ratus bungkus siang itu menjadi rebutan para pengunjung yang memadati lapangan Sawonggaling.
Ketua Karang Taruna, Robby Nugraha kepada penulis koran on-line Reportase INC, mengatakan bahwa guna meningkatkan derajat ekonomi rakyat, perlu mengangkat UMKM. “Setidaknya ada 40 tenda digelar untuk ditempati para pemilik stand bazar yang terdiri dari perwakilan RW dan para pengusaha kagetan yang berminat.
Disamping tenda-tenda resi dari panitia, banyak pula penjual mengais rejeki dengan menggelar dagangannya. Salah satu pendatang dari Sumobito Jombang, Ashari menawarkan mainan anak-anak. “Pokoknya lumayan Bung, saya kulak dengan cara online, lebih murah….!” jawab Ashari ketika ditanya koran Reportase INC ini.
Reporter : AHMAD FANANI MOSAH.














