LAMONGAN, Reportase INC – “Walau gerimis seperti ini kami remaja, pemuda, pelajar Resco tetap optimis” tekad George Satria Perkasa, Ketua Umum Resco menuturkan kepada wartawan koran on-line, Reportase INC ini, sesaat sebelum acara dimulai, (Rabo 24/12/2025).
Tepat jam 8 malam, acara formal 55 tahun Resco dimulai. Ketua panitia, Ahmad Nabil minta maaf atas segala kekurangan dan mohon saran, karena baru pertama kali ini putrakinasih Supadi KPN ini berbicara diatas panggung.
Ketua Resco (Remaja Sawo Complex) menyampaikan bahwa tema HUT ke 55 tahun ini bertajuk “Selaras dalam loyalitas”. Selanjutnya dikatakan, Resco bukan organisasi hura-hura. Tapi wadah remaja berbakat. George Satria Perkasa sempat menyampaikan, Resco juga bergerak di bidang sosial. Punya mobil ambulan, untuk kepentingan warga gratis. Dana perawatan urunan dari masing-masing RT” urai orang nomor 1 di Resco malam itu.
Bapak Mutopo Ramah selaku pendiri menuturkan, bahwa dirinya sudah tua. “Dari panggung ini, mata saya tidak bisa melihat hadirin. Tapi hadirin bisa melihat saya dengan jelas. Ini pertanda saya sudah tua” tutur Pak Mutopo. Lanjutnya pula : “Saya terharu melihat semangat anak muda akan menggantikan kami-kami sudah tua ini. Pendiri Resco yang tersisa di kampung ini cuma 2 orang, saya dan Artono Ampidi. Yang lain ada di luar kota dan banyak yang sudah wafat” urai Pak Guru Olahraga itu.
Kapolsek Babat, dalam petuahnya mengarahkan agar malam tahun baru tidak usah kemana-mana. Cukup bikin acara panggung seperti ini, untuk memecah konsentrasi massa” saran Kompol Chakim Amrullah SH, MH.
Sedangkan Camat Babat yang baru, memberi respon positip adanya Resco. “Saya baru tahu ada akar histori di kampung Sawo ini. Resco lahir tahun 1970, wah, saya belum lahir ini…!” seloroh Camat Norman Kresna Martasena. “Semoga menjadi kawah candra dimukanya remaja kecamatan Babat” lanjut orang nomor 1 di kecamatan Babat itu.
Formal acara dipamungkasi dengan doa. Abah Yai Toha Chasan memberi pengantar, doanya dengan bahasa arab. Intinya semoga Resco tetap jaya dan bermanfaat buat ummat.
Gebyar panggung megah disertai ligthting mewah adalah hasil kiprah Bang Sande. Si empunya Tri N Sport Wear menghasilkan kaos dan berbagai macam koveksi itu mendukung penuh atas suksesnya pagelaran malam di depan Warung Biasa Jalan Sumowiharjo Sawo itu.
Hiburan entertainment panggung diisi sejumlah remaja. Ada paduan suara menyuarakan koor Mars Resco dan lagu Selamat Ulang Tahun. Tumpeng diiris ketua umum didampingi ketua panitia, untuk selanjutnya diberikan kepada 2 (pendiri/sesepuh yang masih ada Mutopo dan Artono).
Tampilan anak-anak mewarnai atraksi. Tari Mojang Priangan, diperagakan Octa putri kinasih Vita dan Wawan. Tampilan ke dua Musikalisasi Puisi, duet si kecil Ovi dan Sirod. Adapun puisi tunggal bertajuk Cahaya Abadi dibacakan lincah dan suara cementeng (cetar membahana) oleh Nerisa. Kecil-kecil sicabe rawit putrakinasih Denis dan Ayu Hardiana sebelum atraksinya dimulai, sempat memperkenalkan diri. Bocah kelas 1 MI SAINS YPPI 1945 Babat bermarkar di jalan Petro itu mengawali bacaan teksnya : “Cahaya Abadi, Karya Mamaku Sendiri, Ayu Hardiana” dibaca dengan lucu dan menggemaskan. Kontan disambut tawa-riuh dan sorak-sorai penonton serta tepuk tangan gemuruh. Dilanjut
tari diperagakan Naya, putrinya Mbak Devi sempat mengisi di urutan berikutnya dengan tari bertema Guyub Rukun.
Tampilan Sirod seorang diri juga mencuri perhatian pengunjung. Drummer solo beratraksi menggebuk drum digital kurang-lebih 7 menitan.
Hiburan dari anak-anak berikutnya adalah tampilnya 3 cewek binaan Sanggar Seni Waskita yang memeragakan Tari Klasik Lencir Kuning. (Fanani)














