BONE, Reportase INC – Kecamatan Awampone terdiri dari 17 Desa di Kabupaten Bone setiap Desa memiliki kelompok tani lima sampai tujuh kelompok.
Kelompok Tersebut penerima bantuan OPLAH(Optimasi Lahan) non rawa tahun 2025 kurang lebih lima puluh kelompok tani dengan anggaran sepuluh miliar dari APBN tahun 2025
Tujuan Utama Proyek OPLAH Non Rawa:
Meningkatkan IP: Memungkinkan petani menanam padi 2-3 kali setahun, bukan hanya sekali.
Mengatasi Kekeringan: Menyediakan sumber air untuk lahan yang sebelumnya tidak produktif karena kekurangan air.
Meningkatkan Kesejahteraan Petani: Melalui peningkatan hasil panen dan pendapatan.
Mendukung Ketahanan Pangan Nasional: Dengan memaksimalkan lahan produktif.
Sangat miris,oleh dinas pertanian dana bantuan tersebut diduga Di Rampok Berjamaah,kemudian pekerjaan pengadaan ada yang fiktif dimana bantuan optmasi lahan non rawa yang seharusnya satu kelompok tani satu Bak penampungan air, yang ada dua kelompok tani satu pekerjaan, dalam arti satu fiktif, Yang terjadi proyek dikerja para kelompok tani, dananya dikelola Dinas Pertanian LPJ (laporan Pertanggung jawaban)di jadikan tameng.
Kronologis
Bantuan OPLAH Non Rawa berasal dari APBN tahun 2025 yang disalurkan ke pemerintah Daerah Kabupaten Bone melalui Dinas Pertanian ke rekening kelompok tani diperkirakan dua ratus juta rupiah/kelompok, kemudian oleh oknum PPL(penyuluh pertanian lapangan) meminta semua Dana tersebut dari ketua kelompok
Salah satu sumber warga Awampone yang minta namanya tidak di sebut,” Semua bantuan OPLAH di Awampone di ambil oleh PPL mereka yang belanjakan material,” jelas sumber 3/1/2026 sementara pekerjaan belum selesai hingga Januari 2026
PPL (penyuluh pertanian lapangan) Mulyadi saat di hubungi wartawan media ini, melalui chat WhatsApp pribadi,”hubungi saja Dinas Pertanian, saya tidak bisa berkomentar,”jelas PPL sambil memberikan nomor ponsel TPHBUN,
Farhan bidang (Tanaman Pangan, Hortikultura dan perkebunan saat di hubungi guna konfirmasi,”kami dari dinas yang belanjakan sebagai pendampingan, tetapi yang kerjakan kelompok tani,” jawab nya mengaku pihaknya yang belanjakan dana bantuan kelompok tani.dengan alasan pendampingan.3/1/2026
Kelompok tani yang mendapat bantuan tersebut saat di temui wartawan media ini,” kami tidak tahu menahu soal dana bantuan yang dimaksud,karena sewaktu kami mencairkan semua di ambil oleh PPL tanpa ada sisa,
Kepala dinas pertanian Nurdin S.P.M.Si yang dihubungi melalui chat WhatsApp pribadi,” Kok bisa ada seperti itu , terima kasih atas informasinya nanti di jejaki,” jelas kadis sambil memberikan nomor ponsel kapala bidang PSP 19/1/2026
Ditempat terpisah Armanto ketua DPC Komando Investigasi Nasional projamin Kabupaten Bone meminta.Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi untuk memeriksa dinas pertanian diduga telah terjadi pelampauan kewenangan dan mal administrasi,”saya minta Kapolres segera mengusut persoalan tersebut,” Tegas Armanto 20/1/2026.
(Rosna)














