• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Reportase Indonesia News
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
No Result
View All Result
Reportase Indonesia News
No Result
View All Result
Home Investigasi

*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*

Reportase Indonesia News by Reportase Indonesia News
Maret 2, 2026
in Investigasi
0
*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

GRESIK, Reportase INC – Kondisi fasilitas publik di lingkungan penyedia layanan kesehatan kembali menjadi sorotan tajam. Sebagai salah satu institusi medis milik pemerintah yang seharusnya menjadi tolok ukur kenyamanan dan sterilitas, RSUD Ibnu Sina Gresik justru menunjukkan pemandangan yang kontras. Berdasarkan pantauan langsung tim jurnalis Reportase pada Senin pagi sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah fasilitas inti di gedung tersebut tampak terbengkalai dan jauh dari kata layak bagi pengunjung maupun pasien.

Perjalanan menelusuri ketidaksiapan fasilitas ini dimulai sejak langkah pertama memasuki lift menuju lantai atas. Pengalaman pengguna yang seharusnya berjalan mulus justru terganggu oleh suara derit pintu lift yang memekakkan telinga, memberikan kesan kuat akan kurangnya perawatan mekanis secara rutin. Begitu melangkah masuk ke dalam kabin lift, suasana pengap langsung menyergap. Tidak ada aroma kesegaran atau sirkulasi udara yang baik; yang tercium hanyalah aroma mesin yang pekat, menciptakan rasa tidak nyaman bagi siapa pun yang berada di dalamnya.

Pemandangan yang lebih memprihatinkan tersaji saat kaki melangkah keluar dari lift di lantai 2 dan 3. Pandangan pengunjung langsung tertuju pada deretan unit penyejuk udara atau AC yang kondisinya sangat tidak terawat. Di beberapa titik, terlihat bak sampah kecil sengaja diletakkan di bawah unit AC untuk menampung tetesan air, sebuah indikasi kuat adanya kebocoran yang dibiarkan tanpa perbaikan permanen. Jika mendongak ke arah langit-langit, pemandangan justru semakin buruk. Area di sekitar instalasi AC tersebut tampak dipenuhi bercak menyerupai lumut yang menghitam di bagian plafon. Kondisi ini terpantau merata mulai dari lantai 3 hingga lantai 2, bahkan merambah hingga ke area langit-langit di dalam ruang rawat inap pasien.

Fokus pengamatan di lantai 2 mengungkap lebih banyak ketidakteraturan. Fasilitas sanitasi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan rumah sakit justru dalam kondisi mengenaskan. Toilet pengunjung tampak kumuh dan tidak sedap dipandang mata. Tidak jauh dari sana, di area tempat wudhu depan mushola, terdapat tiga keran air yang disediakan, namun satu di antaranya dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan. Ironi lain ditemukan pada kampanye kesehatan yang terpampang di dinding. Terdapat tulisan yang mengajak pengunjung untuk hidup sehat dengan naik tangga, namun secara bersamaan, akses tangga tersebut justru disegel dengan tanda pemberitahuan bahwa jalur tersebut tidak dapat dilewati.

Kenyamanan ruang tunggu yang menjadi tempat beristirahat keluarga pasien juga luput dari perhatian manajemen. Di lantai 2, ditemukan bangku ruang tunggu yang kondisinya sudah rusak parah. Material pembungkus bangku tampak robek dan berlubang hingga memperlihatkan bagian spons di dalamnya yang sudah tercabik-cabik. Selain kerusakan fisik, aspek transparansi informasi medis juga dipertanyakan. Papan indikator mutu rumah sakit yang seharusnya diperbarui secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas publik, masih menampilkan data lama dari tahun 2022.

Selama lebih dari satu jam tim melakukan observasi berkeliling gedung, ada satu hal yang dirasa sangat ganjil. Berbeda dengan standar rumah sakit pada umumnya di mana petugas kebersihan atau cleaning service sering terlihat berlalu lalang menjaga higienitas area, di RSUD Ibnu Sina tim tidak menjumpai satu pun petugas yang bekerja.

Kerusakan fasilitas air juga terlihat pada unit wastafel yang kini hanya menjadi pajangan. Salah satu wastafel diberikan tanda larangan penggunaan dengan kondisi keran yang dililit solatip secara kasar. Melihat tumpukan debu dan kondisi solatip yang mulai mengeras, nampaknya kerusakan ini bukanlah masalah baru yang terjadi dalam hitungan hari, melainkan pembiaran yang sudah berlangsung lama.

Beralih ke lantai 3, pemandangan berantakan terlihat dari keberadaan booth protokol yang tampaknya merupakan sisa-sisa dari masa pandemi Covid-19. Fasilitas yang seharusnya sudah dibongkar atau disimpan dengan rapi ini dibiarkan begitu saja di sudut ruangan. Kondisinya pun sangat buruk, dengan cover plastik pelindung yang sudah sobek-sobek dan menggantung tidak beraturan, menambah kesan kumuh pada estetika interior rumah sakit.

Rangkaian temuan ini menghadirkan sebuah ironi besar bagi dunia kesehatan di Kabupaten Gresik. Sebagai rumah sakit milik pemerintah yang menjadi tumpuan masyarakat luas, RSUD Ibnu Sina seharusnya mampu menyajikan visualisasi dan fasilitas yang memadai. Fasilitas inti yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan pasien seolah kehilangan fungsinya akibat minimnya perawatan. Padahal, aspek-aspek fisik seperti kebersihan plafon, kelayakan bangku, hingga fungsi wastafel adalah standar dasar yang seharusnya bisa terjaga dengan baik tanpa harus menunggu kerusakan menjadi masif.

Kondisi ini memerlukan evaluasi mendalam dari pihak manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah. Pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis di dalam ruang operasi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah institusi menghargai martabat pasien dan pengunjung melalui penyediaan fasilitas publik yang manusiawi, bersih, dan terawat.
(Ade Rahmad S)

Previous Post

Jaga kami jangan racuni kami , Drama pilu Dibalik Makan Dan Minuman Gratis MBG anak sekolah di Rengel Tuban karena Disuguhi Susu Kedelai Basi

Next Post

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026 Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta. Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung . PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026 Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026 Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan. Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026. (Rosna)

Reportase Indonesia News

Reportase Indonesia News

Next Post
Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,"Dibuat Buta," Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal BITUNG, Reportase INC - Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026 Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta. Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung . PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026 Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026 Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan. Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026. (Rosna)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kepala Dinas Kabupaten Bone Diduga Memeras Kepala Sekolah, Perintah Jadi ATM

Kepala Dinas Kabupaten Bone Diduga Memeras Kepala Sekolah, Perintah Jadi ATM

Februari 7, 2026
Konspirasi Dandim 1407 Bone ,”Merampok,” 30 % Bantuan Pertanian OPLAH 2025 Proyek Fiktif

Konspirasi Dandim 1407 Bone ,”Merampok,” 30 % Bantuan Pertanian OPLAH 2025 Proyek Fiktif

Januari 27, 2026
Warga Resah,Jalan Rusak Tipiter Polres Bone Diminta Tutup Tambang Ilegal Di Mattoanging Kecamatan Tellu Settingane

Warga Resah,Jalan Rusak Tipiter Polres Bone Diminta Tutup Tambang Ilegal Di Mattoanging Kecamatan Tellu Settingane

Juli 21, 2025

Desa Cungkup Kecamatan Pucuk Lamongan Kembali Memanas Mediasi Dua Kali Gagal Masyarakat Lanjutkan Pelaporan

Januari 28, 2026
Dari In House Training SMA Negeri 4 Blitar : Literasi Itu Penting Biar Tambah Cetar

Dari In House Training SMA Negeri 4 Blitar : Literasi Itu Penting Biar Tambah Cetar

6
Penerbitan Buku Dengan Judul “Songsong Hari Esuk” Tebal 90 Halaman Oleh: BungFan Mosah

Penerbitan Buku Dengan Judul “Songsong Hari Esuk” Tebal 90 Halaman Oleh: BungFan Mosah

2
Ketika Para Budayawan Berkumpul : Banyak Keunikan Tersembul Dari Wisuda Purnawiyata Permadani Angkatan 14.

Ketika Para Budayawan Berkumpul : Banyak Keunikan Tersembul Dari Wisuda Purnawiyata Permadani Angkatan 14.

2
Kapolres Langkat Cek Langsung Pengamanan Perayaan Paskah 2025

Kapolres Langkat Cek Langsung Pengamanan Perayaan Paskah 2025

1
Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal

Maret 2, 2026
Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026 Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta. Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung . PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026 Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026 Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan. Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026. (Rosna)

Maret 2, 2026
*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*

*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*

Maret 2, 2026
Jaga kami jangan racuni kami , Drama pilu Dibalik Makan Dan Minuman Gratis MBG anak sekolah di Rengel Tuban karena Disuguhi Susu Kedelai Basi

Jaga kami jangan racuni kami , Drama pilu Dibalik Makan Dan Minuman Gratis MBG anak sekolah di Rengel Tuban karena Disuguhi Susu Kedelai Basi

Maret 1, 2026

Recent News

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal

Maret 2, 2026
Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026 Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta. Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung . PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026 Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026 Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan. Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026. (Rosna)

Maret 2, 2026
*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*

*Wajah Kusam RSUD Ibnu Sina: Potret Fasilitas Publik yang Dibiarkan Menua dan Terluka*

Maret 2, 2026
Jaga kami jangan racuni kami , Drama pilu Dibalik Makan Dan Minuman Gratis MBG anak sekolah di Rengel Tuban karena Disuguhi Susu Kedelai Basi

Jaga kami jangan racuni kami , Drama pilu Dibalik Makan Dan Minuman Gratis MBG anak sekolah di Rengel Tuban karena Disuguhi Susu Kedelai Basi

Maret 1, 2026
Reportase Indonesia News

Adalah situs media berita internet sebagai pendukung media cetak Tabloid. Reportase Indonesia News, Diterbitkan sesuai UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999 dan mentaati Kode etik Jurnalistik Indonesia.

Follow Us

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Investigasi
  • Jawa Timur
  • Jelajah Desa
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Polisi
  • Politik
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI
  • Uncategorized
  • Wisata

Recent News

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal

Maret 2, 2026
Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal     BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore   Mobil tangki  berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026  Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.  Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas  menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar   Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .  PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026  Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026  Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar  Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.  Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.  (Rosna)

Polres Bitung,”Dibuat Buta,” Tangki Industri PT Arias Putra Energi Menyelundup BBM bersubsidi Ke Kapal BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026 Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta. Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung . PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026 Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026 Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara . Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan. Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026. (Rosna)

Maret 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2025 Reportase Indonesia News

The best sites to buy Instagram followers in 2024 are easily Smmsav.com and Followersav.com. Betcasinoscript.com is Best sites Buy certified Online Casino Script. buy instagram followers buy instagram followers Online Casino

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi

© 2025 Reportase Indonesia News