LAMONGAN, Reportase INC – Sudah bukan rahasia lagi bahwa akhir-akhir ini literasi sedang lesu darah. Indonesia peringkat 61 dari 62 negara yang diteliti sebagai warga negara malas membaca. Hasil penelitian UNESCO, didapati temuan bahwa hanya 0,003 % masyarakat Indonesia yang gemar membaca.
Sungguh ironi menusuk hati. Guna menangkal dan menetralisir survey-survey semacam itu, Lamongan menggelar Bimbingan Teknis Kepenulisan, (8-14-28 April 2026).
Peserta bimbingan 60 orang terdiri atas guru, murid, karyawan dan masyarakat umum penyuka literasi.
Pematerinya dipilih dari kalangan penulis profesional : Aditya Akbar Halim, Bambang Prakoso dan Prita Hendriana.
Penyelenggaranya adalah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lamongan. Tempat bimbingannya di lantai 2 aula ber-AC.
Salah seorang panitia, Hanum menuturkan kepada media koran INC online ini bahwa peserta diberi kesempatan merivisi karyanya sebelum dikirim lewat link gogle yang tersedia. “Semua peserta akan mendapat buku terbit” kata Hanum sembari potret sana, potret sini mengabadikan kegiatan termaksud.
Sementara Prita Hendriana disela-sela pemberian materi, menyanjung para penulis Lamongan. “Kami merasa senang sekali, ternyata Lamongan sudah punya modal penulis senior. Karya-karyanya bagus lho. Ada yang dari kalangan guru, murid, penyiar dan arsiparis kantor rumah tahanan Lamongan” sanjung pembicara yang sudah malang melintang didunia kepenulisan itu. “Dan style tulisannya beragam. Ada yang persis kayak berita di koran. Ada yang bergaya sastra, menggunakan rima. Ada yang bergaya telling story, dan sebagainya” imbuh pemakalah dari kota Jember itu.
Sedangkan Arsan, salah seorang peserta berdinas di Tuban menuturkan, bahwa even Bimtek yang langka ini sangat bagus dan memuaskan. “Saya sendiri sebagai peserta sangat senang. Layanan dari panitia sangat bagus, yang penting tidak mengecewakan” ujar Pak Guru Arsan yang mengajar di SMP Negeri 1 Widang bermarkas di Raya Compreng, bertempat tinggal di Babat.
Usai ceremonial penutupan, dilanjut ramah tamah, bersalam-salaman dan berpotret bersama.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah
















