LAM0NGAN, Reportase INC – Serentak lembaga-lembaga pendidikan se-Indonesia melaksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional, (2 Mei 2026).
Termasuk lembaga sekolah SMP Muhammadiyah 1 Babat. “Ini nanti upacaranya digabung dengan SD Muhammadiyah 1. Setiap ada even upacara, apel kami gabung. Sebab 1 satu halaman” kata Sande Ariawan, M. Pd, orang nomor 1 di SMP Mutu, kepada media ini sebelum upacara dimulai.
Bertindak selaku pembina upacara adalah Ahmad Fanani Mosah, dari Majlis Dikdasmen & PNF (Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non Formal) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).
“Adik-adik pelajar, peringatan Hardiknas tidak lepas dari sosok nama Ki Hajar Dewantoro. Adakah yang tahu siapa nama kecil Ki Hajar Dewantoro?” tanya pembina upacara di awal-awal pidatonya. “Nama kecil aslinya adalah Raden Mas Suwardi Soeryoningrat…” lanjut Pak Guru yang lihai menjadi MC panggung entertainment itu.
Lebih lanjut, pembina upacara terkenal dengan sapaan Bung Mosah itu menyampaikan amanatnya : “Adik-adik pelajar, pengganti ortu di sekolah adalah bapak/ibu guru. Doa restu guru juga sama-sama ampuhnya dengan doa ortu di rumah. Menyakiti guru, sama dengan menyakiti ortu. Sama-sama mengandung kuwalat. Doa gurumu dikabulkan Tuhan, dan kutukannya, jadi kenyataan.” nasehat pembina upacara menyitir lagunya Rhoma Irama.
Di tengah-tengah upacara, Ahmad Fanani Mosah memberi hadiah kepada 5 guru SD dan 5 guru SMP. Berupa buku hasil karya literasi anak bangsa, para santri panti asuhan putri Aisyiyah Muhammadiyah Babat, yang dibina dan dieditori dirinya.
Reportase : Had/Redaksi
















