LAMONGAN, Reportase INC – Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Laailaaha Illallohu Allohu Akbar. Allohu Akbar Walillahilhamd….
Gema suara takbir, tahlil dan tasbih serta tahmid memecah keheningan kampung Sawo semenjak mentari masuk ke peraduannya 20 Maret 2026. Mulai ba’da Maghrib hingga larut malam.
Sementara para tenaga sukarela dipandegani takmir masjid dan pengurus Yayasan Al-Abror sibuk menerima dan mengedarkan beras fitrah. Anggota relawan lain menampung dan menghitung sumbangan jariyah/infaq/shodaqoh. “Lumayan tahun ini masuk 18 juta lebih” ujar Supadi KPN kepada jurnalis Reportase.
Sambil takbiran jelang larut malam, wartawan koran on-line ini mendapat undangan liwetan bersama. “Acara liwetan makan bersama ini sudah dua kali, Bung” kata Romo Yai Toha. “Kemarin hari pertama sambil darusan, juga sudah makan bersama. Lha malam ini hari kedua sambil mengedarkan beras fitrah” lanjut ketua takmir masjid Al-Abror yang juga pemangku ponpes Almuniriyah Hidayatussibyan, Sawo itu.
Pagi harinya, 21 Maret 2026 diselenggarkan sholat Idul Fitri. “Jamaah tahun ini meningkat. Shof tenda tergelar sampai halaman TPQ, untuk jamaah putri. Sedangkan jamaah putra di masjid lantai bawah dan atas” tutur Teguh tenaga sukarelawan menjelaskan kepada Reporter koran ini.
Khotib Idul Fitri kali ini adalah Ustadz M.Nurul Hilal, S.Pd, M.Pd.
Di awal-awal khutbahnya, Ustadz Hilal mengingatkan, apakah tahun depan masih bisa menjumpai bulan romadhon.
Selanjutnya Khotib mengupas tuntas berapa pentingnya berbakti pada kedua orangtua. Kepala SMK PGRI Babat, dalam membawakan khutbahnya sangat menyentuh perasaan. Dengan intonasi bak baca puisi mendayu-dayu, hingga bikin brebes-mili. Airmata tak terbendung demi sentuhan-sentuhan menyayat hati. “Betapa sengsaranya ibu mengandung. Betapa payah dan payahnya selama 9 bulan 10 hari menjaga jabang bayi dalam perutnya” urai Pak Guru orang nomor 1 di SMK PGRI itu. Usai khotbah dilanjut ramah-tamah dan bersalam-salaman dengan para jamaah. Ada sekitar 1.200 orang jamaah memadati masjid Al-Abror berikon menara tinggi menjulang itu.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah













