LAMONGAN, Reportase INC – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dibawah naungan Aisiyah Muhammadiyah Cabang Babat, menggelar pelatihan bertajuk Program Pengembangan Keterampilan.
Peserta pelatihannya adalah anak-anak santri yang berdomisili di Panti Putri Aisyiyah, Jl.Cokroaminoto Babat. Ketua LKSA Ustadzah Ninik Suryani, dalam pidato sambutannya menegaskan : ” Wahyu pertamakali turun dari Gusti Alloh kepada Nabi Muhammad adalah adanya perintah membaca. Itu artinya mengandung kegiatan literasi yang berkembang menjadi ilmu jurnalistik. Kegiatan membaca dan tulis-menulis” ungkap istri Muzahid dihadapan sekitar 30 audiens terdiri dari para pengurus, pembina dan santri memadati aula gedung panti itu.
“Kegiatan digelar guna mengisi liburan. Agar para santri tidak liar dengan HPnya saja” tutur Riyantun, salah satu pembina mengungkapkan kepada reporter koran on-line ini.
Di tengah-tengah sambutannya, Ninik Suryani menjelaskan : “Pemateri bidang jurnalistik adalah Bung Fan Mosah, yang sudah malang-melintang di jalur kepenulisan dan ke-MC-an. Kalian para santri akan diajak berpikir kritis, gerak dinamis dan berwawasan luas tak terbatas”
Maka tak salah manakala pemateri akrab disapa Bung Fan Mosah yang juga sebagai koresponden (reporter) Koran Online Reportase INC ini membekali peserta menulis berdasar hasil hunting (berburu berita). Yang diterapkannya. “Jangan lupa menggunakan rumus 5 W + 1 H” tutur Bung Mosah di hadapan peserta.
Meski demikian, tak jarang para peserta menulis sesuai dengan kemampuan dan kesensngannya. Ada yang bikin puisi, ada yang nulis cerpen dan ada yang bercerita tentang pengalamannya dalam bentuk narasi.
Pelatihan segala keterampilan untuk para penghuni panti putri Aisyiyah digelar selama hari. Mulai tanggal 31 Desember 2025 s/d 3 Januari 2026. Materi yang diberikan meliputi bidang kepenulisan, bidang ke-MC-an, bidang informasi teknologi dan teknik menghadapi bencana. Sesuai permintaan panitia, bahwa terpilih
hasil refleksi dan penilaian, secara umum boleh dikatakan baik. Karena mereka menulis sesuai hati nuraninya.
(AHMAD FANANI MOSAH)














