BITUNG, Reportase INC – Mobil tangki industri PT Aries penyelundup BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar menyuplai solar subsidi ke kapal nelayan dari luar kota Bitung PT Mina Haslindo 2/3/2026 sekitar jam 4. sore
Mobil tangki berlebel PT Arias Putra Energi dengan kapasitas 8000 KL menyuplai ke kapal nelayan di Dermaga Perikani setelah itu kapal tersebut langsung berangkat 2/3/2026
Aktivis tersebut sudah sering terjadi namun tidak ada penindakan dari pihak yang berwenang dugaan kuat adanya payung tak terlihat seperti upeti sehingga mereka di buat buta.
Empat unit tangki industri berlogo PT Arias Putra Energi Tiap hari beraktivitas menyedot BBM bersubsidi jenis solar di berbagai penampungan dan menjual dengan harga BBM industri ke kapal-kapal luar
Mobil tangki industri tersebut menurut sumber,” milik oknum yang kelola bernama Yoko yang berdomisili di kota Bitung .
PT Arias Putra Energi Sebuah perusahaan yang memiliki dokumen yang jelas namun hanya kamuflase saja karena aktivitas sehari-hari mengangkut BBM bersubsidi,” Jelas sumber yang tak ingin namanya di publikasikan.2/3/2026
Yoko yang di sebut sebagai pengelola mobil tangki industri PT Arias Putra Energi yang di hubungi Wartawan media ini melalui WhatsApp pribadi tidak merespon walaupun ponsel tersebut aktif.3/3/2026
Salah seorang warga,minta Kapolres Bitung untuk menangkap mobil tangki industri tersebut yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan Negara .
Penjualan solar subsidi secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan denda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
Memahami bahwa bisnis yang di kerjakan dalah bisnis Ilegal Dengan adanya bukti-bukti penyelundup BBM bersubsidi, aturannya sudah jelas undang-undang migas tak di terapkan sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar
Bisnis ilegal yang menjanjikan sangat merugikan negara dan masyarakat Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana. Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.
Sampai berita ini di tayangkan tim media Ini belum ada respon dengan pemilik Tangki tersebut maupun pihak polres Bitung belum bisa di temui Tim investigasi media ini berupaya menemui Yang bersangkutan 3/3/2026.
(Rosna).












