TUBAN, Reportase INC – Bukan hanya sekedar surat peringatan tapi SURVEY di lapangan dan TEGURAN pun telah dilakukan oleh SATLantas POLRES dan DisHub Tuban guna memberi PERINGATAN agar KELENGKAPAN soal KESELAMATAN dan KESEHATAN KERJA (K3) di lapangan dilaksanakan dengan sebagai mana mestinya.(24/2/2026). Kanit TURJAGWALI SatLantas POLRES Tuban yakni IPDA. Rizky Dwi Prasetyo yang sempat mendatangi proyek tersebut guna memberi PERINGATAN dan TEGURAN kepada PT. TIMBUL JAYA KONSTRUKSI (TJP) yang melaksanakan PROYEK atau PEKERJAAAN di Sepanjang Desa PUNGGGUL dan Banjar Agung Kecamatan RENGEL dengan maksud agar K3 benar benar diterapkan lantaran sebelumnya terjadi LAKA LANTAS sebuah TRUK yang TERPEROSOK dan TERGULING ke dalam LUBANG galian karena mininya K3 pada PROYEK itu.
TEGURAN ini diberikan sebagai RESPON atas ketiadaan LAMPU penanda di lokasi proyek pelebaran jalan provinsi yang dikerjakan oleh PT. TJP tersebut yang sebelumnya, sebuah kendaraan truk terperosok dalam galian proyek dan membuat truk tersebut terguling dan tergulingnya truk itu tak semata-mata karena supir yang LALAI tetapi tak ada safety LINE (garis keamanan) juga menjadi PENYEBAB lain LAKA LANTAS itu terjadi. IPDA Rizky menegaskan, “keselamatan pengguna jalan adalah PRIORITAS yang tidak dapat DITAWAR dan kami meminta pelaksana proyek segera melengkapi perlengkapan keamanan guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Kami imbau pelaksana untuk segera memasang safety LINE (garis polisi) dan lampu penanda yang memadai untuk malam hari, ”tegas IPDA Rizky saat meninjau lokasi kejadian, KAMIS (12/2/2026).
Ia menambahkan pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala karena dalam waktu dekat sudah memasuki bulan PUASA sehingga kejadian-kejadian yang tak diinginkan dapat diminimalisir. “Untuk rekayasa lalu lintas, sementara belum kami lakukan karena masih kondusif dan masih bisa dilalui tanpa menimbulkan KEPADATAN maupun KEMACETAN.Bagi masyarakat agar berhati-hati karena intensitas hujan masih tak menentu. Selain itu, kami juga menghimbau kepada seluruh pengendara yang melintas di sekitar lokasi proyek untuk selalu WASPADA karena ada pengerjaan di kanan dan kiri jalan. Sebagai INFORMASI proyek ini berakhir pada bulan MARET akhir atau APRIL awal, sehingga kami mewanti-wanti agar kejadian yang tak diinginkan bisa terjadi di sepanjang jalur pengerjaan ini. “tambah pria asal BojoNegoro ini kepada WARTAWAN.
TERPISAH, petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari PT. TJP yakni YUSUF, mengaku bahwa pihaknya sebenarnya telah memasang pembatas jalan namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab hilangnya peralatan keselamatan tersebut di lapangan. “Kemarin sudah kami pasang, tapi ada yang terlepas dan HILAN tidak tahu ke mana, “ujar saat dikonfirmasi Insan PERS di sekitar lokasi proyek. Ia juga mengakui jika pemasangan lampu penanda jalan belum dilakukan secara menyeluruh dan baru terpasang di satu titik saja. Padahal, proyek overlay jalan yang dibiayai APBN senilai Rp 11 miliar ini memiliki durasi pengerjaan yang cukup panjang, yakni sejak DESEMBER 2025 hingga awal APRIL 2026 mendatang.
Masih IPDA. Rizky Dwi Prasetyo selaku Kanit TURJAGWALI SatLantas POLRES Tuban, menuturkan, “INSIDEN ini menjadi catatan SERIUS bahwa KELENGKAPAN rambu dan PENGAMANAN proyek bukan sekadar FORMALITAS sebab dengan durasi pengerjaan yang masih panjang, pelaksana dituntut segera berbenah agar keselamatan pengguna jalan benar-benar TERJAMIN dan KEJADIAN serupa tak kembali terulang lagi dan KEHADIRAN kami sebagai aparat KEPOLISIAN dan PENGAWAS ketenagakerjaan di lokasi menjadi tanda EVALUASI menyeluruh terhadap sistem keselamatan proyek menjadi UTAMA demi MENCEGAH jatuhnya KORBAN serta KERUGIAN bagi MASYRAKAT juga para PENGGUNA jalan walaupun KONON katanya WARGA sekitar proyek ini diduga DIBACKINGI oknum DPR-RI, “tuturnya.
Dan sampai berita ini tayang pak Yudi timbul Jaya belum bisa di hubungi guna di konfirmasi (bersambung)
(Had/redaksi). .














