LAMONGAN, Reportase INC – Universitas Brawijaya Malang menerjunkan sekelompok mahasiswanya, Fakultas Pertanian ujicoba berbudi daya melon di desa Patihan, kecamatan Babat, Lamongan (20 Mei 2026).
Ketua Tim Sinergi kerja bareng dengan Saung Farm desa Patihan yang dibina oleh Esti Faizah, SP dari penyuluh pertanian kecamatan Babat. Sasaran garapannya adalah menanam bibit melon dari Prancis. Dipilihnya melon varitas unggul Cantaloupe (terkenal dengan sebutan rock melon). Melon (Cucumis Melo) merupakan buah melon berkulit keras, berurat tebal (berjaring). Buah melon termaksud sangat populer, berwarna oranye, rasanya manis, dan beraroma harum. Teksturnya lembut, kaya akan vitamin dan antioksidan.
Silaturrahmi ceremonialnya digelar di depan green house desa Patihan. Dosen pendampingnya, Afiffudin Latif Adirejo dalam sambutannya bertutur, kerjasama ini harus sabar. “Melon yang dibudidayakan di sini adalah bersinergi dengan program nasional dalam rangka menjembatani untuk mengisi green house menuju untung, karena komponen benih melalui pendekatan teknologi” kata pak dosen panjang lebar.
Di tengah-tengah sambutannya, dosen Unibraw itu sempat memperkenalkan rombongan mahasiswanya yang terjun ke lapangan antara lain : Alicia, Nabila, Agung, Amrul, Ade, Gifari, Aldi, Erwin dan Yuliet (asal negara Prancis), juga Rofiq dosen pembina.
Sementara kades Patihan, Hasan Siswanto dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya selalu mensupport kegiatan positip di desanya. “Apalagi bidang pertanian, banyak yang kita garap antara lain padi, jagung, sorgum” imbuh orang nomor 1 di desa Patihan itu.
Kades setempat juga memperkenalkan pihak-pihak terkait yang mendukung suksesnya sektor pertanian, antara lain : Deni, Agung, Budiono, Solikin, Munir, Susilo, Ghufron, Tim Penggerak PKK, Bidan desa, Posyandu dan Babinsa serta Bu Esti Faizah penyuluh pertanian paling getol. “Tadi saya dengar mau mengadakan KKN di desa sini, monggo…!” lanjut Kades Hasan Siswanto.
Setelah beraudiensi, rombongan diajak masuk ruang green house pembibitan dan green house yang sudah ditanami umur sekitar 1.5 bulan. Dan sudah tampak buahnya sebesar kepala bayi. “Biasanya musim panen digelar wisata petik melon yang dihadiri Bupati Lamongan dan Muspika Babat” ujar Susilo dan Ghofron saat wawancara dengan reporter media INC ini.
Miss Yuliet asal Prancis salah satu mahasiswa yang akan terjun dilapangan itu senyum penuh harap. Tampak optimis. “Karena di negara kami Prancis beriklim sub tropis. Yang kami butuhkan buat pertanian adalah negara tropis” penuturannya kepada media ini dalam bahasa Inggris.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.

















