LAMONGAN, Reportase INC – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah mendapat sorotan tajam terkait lemahnya pengawasan prosedur kesehatan.
Seorang pengamat MBG asal Gresik mengungkapkan bahwa mayoritas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) mandiri yang dikelola oleh yayasan, lembaga, pengusaha, atau swasta di Kabupaten Lamongan mengabaikan petunjuk teknis (juknis) kesehatan bagi para karyawan dan relawan dapur.
Menurut pengamat tersebut, kepatuhan terhadap juknis kesehatan saat ini hanya ditemukan pada SPPG yang berada di bawah naungan Polri dan TNI.
“Yayasan mandiri pengelola SPPG di Kabupaten Lamongan tidak menerapkan tes kesehatan bagi relawan sppg, berbeda dg yayasan yang dibawah TNI Polri, kebanyakan mereka mematuhi juknis yang ada”. Ujar pengamat SPPG
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar bahwa makanan yang disajikan kepada siswa dapat terkontaminasi oleh penyakit bawaan dari para pelaksana yang tidak diperiksa kesehatannya.
Pengabaian prosedur ini menjadi bukti nyata bahwa para mitra dan kepala SPPG mandiri telah melanggar aturan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Berdasarkan juklak dan juknis yang berlaku, seluruh personel yang terlibat di dalam SPPG wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Selain kelalaian pihak pengelola, regulasi di tingkat daerah juga dinilai mandek. Satgas MBG Kabupaten Lamongan dikritik keras karena dianggap tidak bekerja dalam melakukan monitoring dan pengawasan secara periodik di lapangan.
Lemahnya fungsi kontrol ini dituding menjadi salah satu faktor utama yang membuka celah terjadinya kasus keracunan makanan MBG di berbagai wilayaha di Kabupaten Lamongan.
Dampak dari longgarnya pengawasan ini langsung memicu keresahan publik. Ketiadaan jaminan higienitas pada dapur-dapur mandiri kian menambah kecemasan dan kekhawatiran para wali murid, masyarakat, serta para siswa selaku penerima manfaat langsung dari program nasional ini.
Publik mendesak adanya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh dari BGN pusat agar standardisasi kesehatan diterapkan tanpa tebang pilih.
(Redaksi)
















