LAMONGAN, Reportase INC — Saluran irigasi dan drainase pemukiman warga di Jalan Pahlawan, tumenggungbaru Kelurahan Tumengkungan, Kabupaten Lamongan, mengalami pencemaran parah.
Limbah cair berwarna hitam pekat yang diduga berasal dari operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibuang langsung ke saluran air tanpa pengolahan yang memadai.
“Bau busuknya parah, sampai bikin pusing kepala. Airnya hitam dan bawahnya banyak endapan busa putih…”
Ungkapan keresahan tersebut disampaikan oleh warga saat merekam kondisi saluran air di depan KUD, Jalan Pahlawan, Tumengkungan, Lamongan.
Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas kondisi air di saluran irigasi warga yang berubah warna menjadi gelap kehitaman.
Tak hanya itu, tampak endapan berwarna putih menyerupai lemak bekas sisa pengolahan makanan serta sampah plastik yang menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap yang menyengat.
Pencemaran limbah cair ini dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Pasalnya, bau menyengat dari limbah tersebut terus terhirup oleh warga yang melintas maupun pemukiman di sekitar lokasi.
Dugaannya, pencemaran ini terjadi akibat belum optimalnya atau ketiadaan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar baku mutu baku lingkungan pada unit operasional dapur pemenuhan gizi tersebut.
Warga berharap pihak pengelola SPPG serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Masyarakat menuntut adanya tindakan tegas serta perbaikan fasilitas pengolahan limbah agar operasional pelayanan gizi dapat berjalan tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
(Redaksi)
















