JAKARTA, Reportase INC – EXXON MOBIL hidupkan kembali sumur minyak banyu Urip blok Cepu, pada 8/9/26 , Kepala SSK MIGAS Djoko Siswanto menyampaikan, sumur Adle A-10 Banyu Urip berhasil di hidupkan kembali yang sempat shut -in /tidak berproduksi, dengan menghasilkan tambahan produksi sekitar 4,500 barel minyak perhari.
Alhamdulilah sumur Adle A-10 Banyu Urip bisa berproduksi lagi 4,500 barel minyak perhari, terimakasih atas do’a bapak ibu, aamiin YRA” kata Djoko Siswanto. Rabu 09/09/26
President Exxson Mobil Indonesi Wade Floyd sebelumya menginformasikan kepada Djoko Siswanto,dalam pesanya pada Rabu pagi Wade menyebut keberhasilan tersebut dicapai melalui formulasi kombinasi GWSO dan teknologi New straddle paker.
Teknologi straddle paker tersebut disebut
Sebagai teknologi baru yang belum pernah di terapkan di Indonesia.
*Good news this morning.we restored shut in well A-10 in Cepu with the GWSO formulation and a new straddle packer technology that we had not appled before in Indonesia*ujar Wade*
Sumur tersebut kemudian mulai dioperasikan tgl 8/09/2026,saat laporan disampaikan sumur A-10 sudah mengalir dengan tambahan produksi bersih lapangan sekitar 4,500 barel minyak perhari.
Berdasarkan fakta penarapan alat canggih dan sebagai obyek adalah sumberdaya alam yang melimpah di Banyu Urip Bojonegoro blok Cepu , ditempat terpisah awak media mengkonfirmasi pakar analisis AMDAL untuk mencari dan mendapatkan informasi terkait UUD 1945 pasal 33 ayat 3 ?*.PENJELASAN*
Mengalirnya kembali minyak di sumur lapangan Banyu Urip A – 10. ( termasuk program optimalisasi produksi seperti proyek “Banyu Urip infil Clastic Well Services)
Tidak serta Merta langsung mengangkat perekonomian warga kurang mampu secara Riel,jika hanya mengandalkan tetesan ekonomi ( treckle down effect ) dari aktivitas industri migas.
Dampak nyata terhadap warga miskin sangat bergantung kepada evektifitas dan ketepatan sasaran kebijaksanaan pemerintah daerah dalam mengelola dana bagi hasil (DBH) migas, menjadi program pengentasan kemiskinan yang produktif.
*Realitas Karakteristik Industri Migas VS Warga Miskin*
1.Padat Modal bukan Padat Karya.
2.Memerlukan teknologi tinggi.
3, Memer lukan tenaga Ahli ( sekiled labort)
4.Efek samping ( Multi Plier Effect)
Dampak Riel yang langsung dirasa oleh warga sekitar, usaha non formal Sifat sementara :
– menyediakan lahan parkir.
– Transportasi lokal
– penginapan
– Warung makan
Selama proyek pisik berjalan, namun usaha non formal ini tidak bisa merata ke seluruh wilayah warga Bojonegoro.
*Peran Krusial Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro*
Bojonegoro dikenal memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang sangat Besar (APBD) Berkat Dana Bagi Hasil Migas.(DBH)
perekonomian warga Bojonegoro yang kurang mampu baru bisa terangkat secara riel apabila pemerintah Kabupaten Bojonegoro memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut untuk interaksi sosial,seperti bantuan sosial, kebutuhan dasar,UMKM, peningkatan SDM,KLK .dll
*Tantangan “paradokd Migas” di Bojonegoro*
Data Historis menunjukkan adanya tantangan berupa Resource Curce ( Kutukan Sumberdaya) dimana Bojonegoro menjadi salah satu daerah penghasil Migas terbesar namun angka kemiskinan nya menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar ,karena laju penurunya cenderung melambat dibanding dengan besaran (APBD) nya, Kesenjangan atau indek kedalaman kemiskinan seringkali melebar,jika tidak di imbangi dengan program pemerataan pembangunan.
*Kesimpulannya*:
Sumur minyak A-10 Banyu Urip Bojonegoro yang mengalir lagi terhitung mulai tgl 8/09/2026 dan seterusnya akan meningkatkan pundi pu pundi APBD Kabupaten Bojonegoro,*uang minyak terse but tidak akan automatis pindah ke dompat masing masing warga miskin*perekonomian mereka baru terangkat,jika pemerintah kabupaten Bojonegoro,merancang program pengentasan kemiskinan,yang sifatnya pemberdayaan jangka panjang,transparan dan tidak rumit secara biro krasi*
Dari Jakarta melaporkan
(Kasiran)
















