LAMONGAN, Reportase INC – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI) Kab Lamongan menggelar 3 acara sekaligus, (Minggu, 13 September 2026).
3 (tiga) acara itu adalah :
1. Ambal Warsa (ulang tahun) ke 20.
2. Muscab ke 5 (musyawarah cabang).
3. Sarasehan budaya.
Ketua panitia pelaksana, Sutikno, S.Sn (terkenal dengan nama dalang Ki Tikono), dalam sambutannya mengucapkan terimakasih banyak kepada para warga agung Permadani yang telah ikut serta mensukseskan acara besar-besaran ini.
“Baru kali ini tiga acara diropel jadi satu, dan Alhamdulillah sukses tanpa ekses, hehehehe…..” selorohnya kepada Reportase INC (Indonesia News Community) di tempat terpisah.
Sedangkan pidato sambutan ketua DPD Lamongan, Drs. Kiyatarto, M. Pd, diawali dengan sejarah berdirinya Permadani Lamongan. “Bahwa Permadani Lamongan terbentuk tgl 2 September 2006” kata Pak Kiyat (sapaan akrabnya). Di akhir sambutannya, guru pengampu pelajaran Bahasa Indonesia itu berpamitan dan menyatakan demisioner.
Selanjutnya, acara Muscab dipandu oleh Bambang Irawan, SH (Kabid Keorganisasian). Muscab (musyawarah cabang/ Muskab (musyawarah kabupaten) termaksud adalah untuk menentukan ketua masa bakti 2026 – 2031. “Begitu Rama Sutedjo meninggal, kita telah menggelar Muslub (musyawarah luar biasa). Maka terpilihlah penerus Pak Tedjo, yakni Pak Kiyatarto ini” kata Bambang Irawan.
Bambang Irawan alias Bambang Ronggo sempat memberi penilaian : “Begitu hebat kepemimpinan Pak Kiyat, bayangkan selama 2 tahun menghasilkan alumni kursus 2 angkatan. Berarti ini kan prestasi dan kinerja sangat bagus tiada duanya” ujar lelaki tinggi besar gagah perkasa itu. Spontan gemuruh tepuk tangan para audiens sekitar 400 orang itu, seolah merobohkan gedung aula Sabha Wiyata milik SMP Negeri 1 Modo, Lamongan.
Dukungan demi dukungan dari para kolega mengerucut agar Pak Kiyat dinobatkan kembali untuk memimpin Permadani periode 2026-2031. Imam Sujadi, misalnya : “Alangkah baiknya Pak Kiyat dilanjut lagi untuk memimpin Permadani, adapun kegiatan kursus pranata adicara dan pamedar sabda, kami-kami siap menggarap dan mendukungnya”. Lagi-lagi aplaus tepuk tangan memecah keheningan siang itu. Maka secara aklamasi didapat kata sepakat, agar Pak Kiyat dipilih lagi sebagai ketua Permadani periode 2026-2031.
Dibagian akhir adalah sarasehan budaya. Pemateri pertama Pak Imam Sujadi, fokus pada Budaya Rangkah (upacara adat tingkeban/mitoni/hamil 7 bulan). Guru olahraga/kesehatan sekolah dasar yang lihai bidang MC Jawa itu (bahkan pernah ditanggap/manggung di kalangan bangsa lelembut) memaparkan, ada media atau peralatan yang dibutuhkan. Antara lain gentong, siwur, aneka dedaunan, alang-alang dsb.
Pemateri kedua, Ki Salikin Surya Atmaja. Pertama memberi pengantar dengan mengupas makna kebudayaan itu sendiri, dari para ahli. Ki Salikin yang mahir di bidang padhuwungan (perkerisan) itu membandingkan pendapat Prof.Kuncoro Ningrat, Prof.Selo Sumarjan, dsb. Kemudian Ki Salikin yang matan penilik kebudayaan itu membagi, bahwa kebudayaan dibagi menjadi 3 bagian besar :
1. Kesenian (seni suara, lukis, ukir/pahat, drama-teater, dsb.
2. Jarah Nitra (sejarah dan nilai-nilai tradisional)
3. Muskala (museum dan kepurbakalaan)
Rita Wariyanti selaku moderator akhirnya menutup acara tersebut, dengan memberi info bahwa semua peserta akan mendapat sertifikat/piagam penghargaan. Kemudian dilanjut dengan ramah-tamah dan pemotongan tumpeng untuk santap siang bersama. =======
Reporter : AHMAD FANANI MOSAH
















