LAMONGAN, Reportase INC – Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan menjadi sorotan tajam.
Hal ini terjadi setelah kantor dinas tersebut didapati dalam kondisi kosong melompong saat jam kerja masih berlangsung, meninggalkan pelayanan masyarakat terbengkalai.
Peristiwa ini terungkap saat aktivis dari Jaringan Masyarakat Lamongan (JAMAL) mendatangi kantor Dinas Peternakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Bukannya mendapatkan pelayanan, para aktivis justru mendapati suasana kantor yang sepi tanpa ada aktivitas kedinasan dari para aparatur sipil negara (ASN).
“Kami datang ke kantor dinas peternakan, namun tidak ada seorang pun yang ada di kantor, hanya ada satu tukang kebun,” ungkap Khoirul Huda, Koordinator JAMAL, memberikan keterangan kepada media.
Menurut Huda, saat dimintai keterangan, petugas kebun yang berada di lokasi mengonfirmasi bahwa seluruh pegawai sedang tidak berada di tempat karena agenda di luar daerah.
“Kantornya kosong pak, semuanya lagi ada acara keluar kota,” kata Huda menirukan ucapan tukang kebun di dinas tersebut.
Lebih lanjut, Huda membeberkan alasan kepergian massal para pegawai tersebut yang dinilai mencederai komitmen pelayanan publik.
Kepergian seluruh staf tersebut disinyalir demi menghadiri acara non kedinasan.
“Acara perpisahan karena ada lima pegawai yang purna,” tambahnya.
Atas temuan ini, JAMAL mengecam keras sikap dan manajemen kerja Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan.
Mereka menilai instansi tersebut telah mengabaikan tanggung jawab utamanya kepada masyarakat demi kepentingan yang tidak mendesak.
“Kami sangat menyayangkan kinerja Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan yang mengesampingkan tugas layanan terhadap masyarakat, malah mementingkan foya-foya,” tegas Huda.
(Had/Redaksi)
















