LAMONGAN, Reportase INC – Warga sekitar dukuh kampung Sawo, kelurahan Babat kecamatan Babat kabupaten Lamongan dan sekelilingnya (Gilang, Ngetrep, Lengkong, Widang) sudah paham bahwa menara Al-Abror akan diresmikan (17 Oktober 2026).
Itu lantaran sehari sebelumnya, Jumat 16 Oktober panitia mengadakan siaran keliling. Woro-woro keliling itu sekaligus kirab santri TPQ menandai akan digelarnya wisuda santri. Setidaknya 550 peserta kirab, terdiri dari para wisudawan/wisudawati, santri TPQ, murid MIT (Madrasah Ibtidaiyah Terpadu) Al-Abror, para guru/ustadz, dan oratua/walisantri.
Kemudian Sabtu 17 Oktober 2026 hari H diresmikannya menara tinggi menjulang, sebagai ikon tunggal mercusuar kota Babat.
Ba’da isya’ tepat, audiens memadati halaman masjid Al-Abror Sawo. Hiburan terbang rebana Alhasyimi dengan vokalis tamu, Gus Ujang Bustami dari Kuningan – Jawabarat terus mengalun. Sementara kembang api diluncurkan awal guna memancing warga yang lain untuk agar segera hadir.
Pemandu pra acara, Nana Nabila memanggil para penampil. Antara lain santri TPQ dan murid MIT, berkolaborasi olah vokal dan hafalan tartil surat-surat pendek. MC senior, Bung Fan sesekali memanggil pengisi acara, antara lain dirijen lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton dipercayakan kepada guru MIT, Nana Nabila.
Sambutan atasnama panitia, takmir dan yayasan diropel oleh Abah Yai Toha Chasan. ” Makanya jangan kaget, sambutan saya nanti agak panjang, karena mewakili 3 komponen. “Yang jelas kami mengucapkan banyak terimakasih kepada warga sawo lewat jimpitan”.
“Alhamudillah malam ini hutang panitia pembangunan menara sudah lunas. Padahal 3-4 bulan lalu masih punya tanggungan 70 juta” lanjut Abah Toha. “Terus sekarang apa yang harus kita kerjakan ?. Masjidnya juga masih bagus. Kalogitu istirahat dulu, ya ! Ambegan disik..!” ucap pengasuh ponpes Almuniriyah Hidayatussibyan itu. “Besok-besok kalau mau mbangun, serahkan ke generasi muda anak-cucu kita” pesan pamungkas Yai Toha dari atas panggung itu.
Camat Babat berhalangan hadir. Diwakili oleh Yusuf, Kasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kecamatan Babat. ” Dengan menara ini, semoga pengajian tambah ramai dan kegiatan bermanfaat meningkat. Wisuda bukanlah akhir dalam mengaji. Justru awal dalam kegiatan keilmuan. Untuk itu taatilah kedua orangtua, hormati guru, dan santun pada sesama” tutur Yusuf, utusan Camat Babat malam itu.
Detik-detik peresmian menara spektakuler penuh gebyar lampu warna-warni itu diawali doa oleh KH.Ali Marzuqi pengasuh ponpes Langitan.
Deretan diatas panggung antara lain pembina dan pengurus yayasan masjid Al-Abror, Muspika, Lurah Babat dan Gus Fahmi serta para Masyayikh.
Pengguntingan pita sbg tanda peresmian oleh Lurah Babat Anom Priambodo dan KH.Ali Marzuqi, Langitan. Seiring dengan pengguntingan pita, luncuran kembang api menghiasi langit Sawo, sehingga tampak indah dan cerah, bikin decak kagum pengunjung yang duduk berlesehan-ria.
Maudhoh hasanah/ceramah/nasehat pitutur luhur dikupas oleh Gus Fahmi, majlis pembina (mabin) TPQ Langitan. Dalam nasehatnya, Gus Fahmi mengajak untuk memperbaharui dzikir. Banyak-banyak menyebut nama Alloh. Juga mengingatkan agar banyak menambah sholat Sunnah : “Contohnya qobliyah subuh itu besar pahalanya hikmahnya bisa nambeli ganjaran dan kekurangan kita” ungkap Gus Fahmi. Dibagian akhir, pengasuh ponpes Karangkembang, malam itu berpesan : “Ingatlah akan 3 hal yakni waktu, dunia dan keluarga”.
Racikan acara terakhir adalah sholawat bil mahalul qiyam dengan doa pamungkas oleh pembina Yayasan Masjid Al-Abror, K.H. Drs. Imam Ahmad, M.Si. usai acara, seluruh masyayikh dan undangan VIP diajak menuju gedung TPQ dan beramah-tamah.
Reporter : A.F.MOSAH.

















