TUBAN, Reportase INC — Kabar yang sempat menggemparkan warga Tuban terkait dugaan investasi bodong pada travel haji dan umrah Mutiara Cinta Imani (MCI) kini berbalik arah. Pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku, 09/10/2026 Ibu Yasmin, telah hadir memenuhi panggilan penyelidikan di Polresta Tuban— dan yang ia sampaikan justru membalikkan seluruh narasi yang beredar selama ini.
Melalui penasihat hukumnya, Nur Insyani, SH, Ibu Yasmin menegaskan dengan tegas: tidak ada investasi bodong di sini. Yang ada hanyalah utang piutang antar pribadi yang sudah lama saling kenal.
Faktanya terang benderang:
Ibu Lilis dan Ibu Karmi adalah jamaah lama yang sudah dikenal bertahun-tahun,
Uang yang diberikan adalah pinjaman pribadi, bukan investasi
Utang kepada Ibu Karmi sudah lunas 100%
Sisa utang kepada Ibu Lilis tinggal Rp30.500 Juta — dan sudah berkali-kali dicicil
Seluruh bukti transfer pembayaran masih tersimpan lengkap dan sah
”Semuanya sudah ada buktinya. Ini murni ranah perdata, utang piutang antar kenalan lama. Bukan pidana, apalagi investasi bodong. Angka Rp50 juta yang disebut-sebut sebagai iming-iming keuntungan? Itu tidak ada dalam fakta yang sebenarnya,” tegas Nur Insyani, SH.
Yang membuat pihak Yasmin sangat keberatan adalah pemberitaan yang langsung melabeli bisnis travel haji dan umrahnya sebagai investasi bodong tanpa mengecek kebenaran terlebih dahulu.
”Ini sangat merugikan. Bisnis kami hancur, nama baik tercoreng, padahal faktanya sesederhana ini. Oleh karena itu, Ibu Yasmin bertekad melaporkan balik pihak yang menyebarkan berita tidak benar ini atas dugaan pencemaran nama baik. Hukum harus ditegakkan untuk kedua belah pihak,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta seluruh awak media untuk lebih bertanggung jawab: “Jangan asal berita sebelum mendengar kedua belah pihak. Kebenaran akan selalu terungkap pada akhirnya.”
Saat ini perkara masih dalam proses pemeriksaan di Unit Tipikor Polresta Tuban. Kami berharap penegak hukum harus tegak lurus dalam menangani proses hukum sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku.Redaksi akan terus memantau perkembangan penyelidikan guna menyajikan fakta yang utuh dan berimbang.(Sanusi)

















