LAMONGAN, Reportase INC – Berita prestasi membanggakan datang dari dunia olahraga bela diri Kabupaten Lamongan. Kontingen pencak silat dari satuan Satria Tunggal (Satung) Lamongan sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat IPSI Kota Malang 2026 yang berlangsung pada hari Minggu kemarin. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, para atlet muda ini berhasil membawa pulang total 10 medali yang terdiri dari 6 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Kejuaraan yang dipusatkan di GOR Ken Arok, Malang ini menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan delapan atlet pilihan Satria Tunggal. Mereka yang turun gelanggang adalah Quinnara Athadyza Jasmine, Chalief, Rifka Aira Putri Z, Nania, Nazwa Putri Amelia, Faheem Zaheeru Daulah AR, Zelda Zaneads Vangaby, Damara Suci Hanania Arfa, dan Afyka Rizky Hermawan. Kehadiran mereka di Kota Bunga didampingi langsung oleh Bapak Roy St selaku pendamping kontingen yang senantiasa memberikan arahan di pinggir lapangan.
Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan fenomenal dari Quinnara Athadyza Jasmine. Atlet berbakat ini berhasil mencatatkan sejarah pribadi dengan meraih hattrick atau tiga medali emas sekaligus dalam berbagai kategori yang diikutinya. Keberhasilan Quinnara meraih tiga emas ini menjadi bukti dominasi atlet Satung Lamongan di tengah persaingan ketat antar pesilat dari berbagai daerah.
Capaian luar biasa ini diraih melalui perjuangan keras di berbagai kategori pertandingan, mulai dari kategori tanding hingga jurus tunggal tangan kosong. Para atlet berlaga di berbagai kelompok umur, mencakup kelas usia dini, pra-remaja, hingga remaja. Keberhasilan menyabet sepuluh medali tersebut bukan didapatkan dengan mudah, melainkan melalui serangkaian babak penyisihan yang menguras tenaga dan fokus.
Kunci utama di balik kesuksesan besar ini adalah mental bertanding para atlet yang luar biasa. Meskipun harus bertarung di luar daerah dan menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah, para atlet Satung Lamongan tidak gentar sedikit pun. Keberhasilan ini juga merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh tim, disiplin latihan di bawah arahan pelatih, serta dukungan moral dan doa restu dari orang tua masing-masing atlet. Selain itu, program pembinaan atlet muda yang berkualitas di internal Satria Tunggal Lamongan terbukti mampu mencetak bibit-bibit juara yang siap bersaing di level regional maupun nasional.
Kegembiraan para atlet dan tim ofisial pun pecah saat upacara penyerahan medali. Sebagai kenang-kenangan atas kemenangan manis di Malang, para atlet menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan Patung Ken Arok yang ikonik. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet pencak silat lainnya di Lamongan untuk terus berlatih dan mengharumkan nama daerah di masa depan.
(Ade R)
















