LAMONGAN, Reportase INC – Proyek renovasi dan perbaikan Gudang Bulog Lamongan di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 82, Sukorejo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, menuai sorotan dari unsur elemen masyarakat dan para awak media.
Proyek yang berada di kompleks pergudangan utama di bawah wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro tersebut dipertanyakan transparansinya lantaran papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi.
Temuan itu mencuat saat Kajian Analis Sosialis (KALIS), bersama awak media melakukan pemantauan langsung ke lokasi pada Selasa (29/9/2026).
Proyek yang disebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari dan mulai dikerjakan sekitar Agustus 2026 tersebut kini menjadi perhatian karena identitas pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, hingga batas waktu pekerjaan belum dapat diketahui publik dari papan informasi di area proyek.
Kondisi tersebut memantik pertanyaan: jika proyek ini merupakan pekerjaan resmi di lingkungan aset negara, mengapa informasi dasarnya belum terpampang di lokasi.
KALIS menilai absennya papan informasi membuat masyarakat kesulitan melakukan kontrol terhadap pekerjaan, terutama untuk mencocokkan antara spesifikasi, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta hasil fisik di lapangan.
Tak berhenti pada persoalan papan proyek, hasil pantauan lapangan juga memunculkan sorotan terhadap material yang digunakan serta pelaksanaan pekerjaan yang dinilai belum menunjukkan pengawasan secara optimal.
Direktur KALIS, Naili Fauziah Zahid, mempertanyakan kondisi tersebut.
meminta agar proyek yang berkaitan dengan aset negara tidak dikerjakan secara sembarangan dan harus terbuka terhadap pengawasan publik.
“Diduga ini proyek gaib. Papan nama informasi yang seharusnya menjadi transparansi publik tidak terpasang di area proyek. Ada apa? Sedangkan ini proyek negara, seharusnya tidak asal-asalan,” ungkapnya.
Sorotan semakin menguat karena tanpa papan informasi, publik tidak memiliki rujukan langsung untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab, berapa nilai pekerjaan, serta spesifikasi pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Saat dikonfirmasi di lokasi, pelaksana pekerjaan drainase bernama Udin yang mengaku berasal dari PT MK Rangel Kabupaten Tuban membenarkan bahwa papan informasi proyek belum terpasang.
“InsyaAllah besok saya pasang. Kan mulai kerja sekitar dua mingguan ini,” tuturnya.
Pernyataan tersebut justru membuka pertanyaan lanjutan mengenai mengapa pekerjaan telah berlangsung sekitar dua minggu, sementara papan informasi proyek belum tersedia di lokasi.
Bagi KALIS, transparansi bukan sekadar formalitas administratif. Papan informasi proyek menjadi salah satu sarana awal bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung, terlebih ketika proyek tersebut berada di lingkungan aset milik negara.
Kondisi material dan pelaksanaan pekerjaan yang dipersoalkan aktivis juga dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Namun, temuan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah material dan metode pengerjaan benar-benar memenuhi spesifikasi kontrak.
Karena itu, dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai standar tidak seharusnya berhenti sebagai polemik di lapangan.
Perlu dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, spesifikasi teknis, sumber anggaran, volume pekerjaan, mutu material, hingga progres fisik proyek.
Publik juga berhak mendapatkan kejelasan mengenai pihak yang memenangkan pekerjaan, nilai kontrak, konsultan pengawas, pelaksana proyek, serta target penyelesaian renovasi Gudang Bulog Sukorejo tersebut.
KALIS mendorong Perum Bulog maupun pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proyek tersebut.
Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi penting agar pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan teknis.
Kini bola berada di tangan pihak pengelola proyek dan Perum Bulog. Papan proyek mungkin hanya selembar informasi, tetapi dari situlah publik dapat mulai menelusuri ke mana anggaran mengalir dan bagaimana pekerjaan negara dikerjakan.
(Had/Redaksi)
















