LAMONGAN, Reportase INC – Dua bocil lincah menggemaskan didaulat sebagai MC, Hana Aissalma dan Nadhira Maulida Nugraha membuka acara setelah sebelumnya diawali tembang-tembang sholawatan dari group GENSA (Generasi Sholawat Al-Abror), kampung Sawo, Babat – Lamongan. Pembina entertainment panggung, ditangani dua Ustadz ringang tangan : Ustadz Nurul Huda dan Ustadz Asrori, 14/02/2026.
Gedung TPQ (Taman Pendidikan Quran) Al-Abror dalam gebyar acara penggunaan fasilitas baru itu diawali pembacaan Al-Qur’an oleh anak binaan MI Terpadu Al-Abror, Abdul Ghofur. Dilanjut sambutan Ketua Yayasan Masjid Al-Abror, H.Rofi’i. Pak dokter Rofi’i (demikian panggilan akrabnya) mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya sehingga terwujud gedung megah TPQ Al-Abror. “Termasuk pembangunan menara insyaalloh sudah mencapai 85%. Bangunan tinggi menjulang ini sebagai ikon sawo bisa dilihat dari berbagai arah” tutur pak dokter sekaligus juragan emas itu.
Sementara Pembina Yayasan Al-Abror, H.Imam Ahmad, M.Si dalam petuahnya bernostalgia. “Ketika itu saya masih terngiang ingat tahun 2000, dibukalah TPQ. Menyusul 16 tahun kemudian, yaitu 2016 dibuka pula MI (Madrasah Ibtidaiyah) Terpadu” kata mantan kepala MAN Bojonegoro di era 90-an itu.
Di tengah-tengah arahannya, Pak Imam Ahmad mengupas, bahwa banyak orang heran. “Atase wong Sawo kok bisa mbangun gedung TPQ indah dan menara megah ! Itu semua yang menggerakkan hati adalah Alloh SWT. Dulunya sulit urunan. Kini sangat mudah. Bahkan menara dijadikan patokan lokasi tukang becak dan tukang ojek…” kata ketua yayasan itu memberi motivasi kepada khalayak ramai.
Lebih jauh suami Hj.Niswatin, H.Imam Ahmad juga mengingatkan, bila 14 Februari adalah hari falentin day, penuh hura-hura, maka kita di sini diajak ngaji, mengadakan istighosah, doa bersama dan sholawatan. “Ruang sebelah itu rencananya akan dibuat perpustakaan Al-Abror, untuk umum” tambah Pak Imam Ahmad.
Sesuai dengan agendanya, maka pembacaan Rotibul Hadad dipandu Ustadz Akhsin dan Sholawat bil mahalul qiyam dipimpin Ustadz Imam Mahdi yang diikuti seluruh audiens terdiri atas guru/murid MI dan santri TPQ, pengurus takmir/yayasan total 300 jamaah duduk berlesehan-ria di lantai atas gedung baru itu.
Pamungkas acara ditutup dengan doa dipimpin Roma Yai Abah Toha Chasan, pemangku ponpes Hidayatus Sibyan Almuniriyah, kampung setempat.
(Reporter/Penulis Berita : AHMAD FANANI MOSAH)………….. . …














