Karang Taruna dan Relawan Babat Viral Lewat Limbah Aspal
LAMONGAN, Reportase INC – Awal mulanya relawan Sae Ngaos itu berangkat dari masyarakat. Kita sentuh hati nuraninya lewat kerjabakti dengan seluruh warga dengan sasaran Kali Konang. “Akhirnya merambah luas sampai penambalan jalan-jalan berlobang. Dengan kesadaran tinggi warga dipandegani RT/RWnya tergerak untuk membantu. Maka kolaborasi Karang Taruna Waskita dan Relawan Sae Ngaos yang dibina lurah Babat, Anom Priambodo, S.STP berkreatif lewat ide positif. “Semua elemen masyarakat kita support dan kita beri apresiasi, terjadilah gerak serasi untuk berkolaborasi dalam proses aspalisasi, guna tambal-sulam. Agar pengguna jalan berasa aman dan nyaman” urai lurah Anom kepada reporter koran ini. Beberapa hari terakhir memanfaatkan limbah aspal dan kerukan jalan raya, (Jumat, 17 April 2026).
Limbah kerukan bekas jalan raya mengandung aspal itu diangkut dengan kendaraan Tosa milik kelurahan Babat. Dimanfaatkan oleh tenaga-tenaga sukarelawan untuk tambal sulam jalan-jalan berlobang di wilayah kelurahan kota wingko itu. “Setidaknya ada sekitar 40-an titik lobang yang diisi dengan limbah kedukan bekas jalan beraspal. Kemudian diguyur dengan oli bekas” tutur staf kelurahan bidang Ekbang, Geger Permono menjelaskan. Otak-atik gathuk-mathuk bermula dari pengalaman Mbah Wi di lapangan. ” Awalnya saya mengaplikasikan limbah aspal dengan menggoreng. Ternyata banyak makan tenaga dan biaya. Kemudian saya menemukan formula yang efektif dan efisien, yakni limbah aspal itu kami urugkan ke titik jalan yang berlobang. Kemudian kami siram dengan oli dicampur sedikit solar, sekadar untuk mengencerkan. Ternyata hasilnya sangat kuat, lengket dan menyatu” tutur Ketua Relawan Sae Ngaos, yang akrab disapa Mbah Wi, nama panggungnya.
Adapun sasaran bakti sosial sebagai pola pendukung mengenakkan pengguna jalan itu dimulai dari Jl.Gotong Royong dan Jl.Sumowiharjo. Dari kelurahan, disamping lurah Anom yang terjun ke lapangan, juga didampingi beberapa staf diantaranya Kasi Trantib. Guyub rukunnya dalam kerjabakti itu juga diikuti RT/RW beserta warga sekitar yang jalannya berlobang-lobang. Ada yang kirim minuman, camilan bahkan ada yang menyumbang nasi bungkus” lanjut Geger Permono.
Melalui media online Reportase INC ini, Mbah Wi menghimbau dan mengajak kepada khalayak masyarakat untuk ikut kerjabakti. “Bisa menyumbangkan tenaga atau oli bekas atau sesuai dengan kemampuan dan keikhlasannya masing-masing” ajak ketua relawan Sae Ngaos yang punya nama Wiyoto, sudah agak sepuh tapi masih energik, tangkas dan bergas.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.

















