TUBAN, Reportase INC – Setelah viral dengan adanya pemberitaan melalui media online dan media sosial yang lain kini Ketua “PKDI” Suhadi (Kepala Desa Sumberejo Kec. Rengel) memberikan pembelaan terhadap oknum kepolisian yang melakukan salah tangkap. (04/12/25).
Ahmad (38) anggota LSM GMAS mengiyakan dan membenarkan “Ketua PKDI Memang sempat molontarkan kata – kata jika “Kepala Desa Kenduruan itu ngawur, Sudah saya bilangi terlebih dahulu jika sebelum ketemu dengan pihak Propam bisa nemuin saya dahulu kok malah menemui Pihak Propam Terlebih dulu jika memang seperti itu Sudah Biarin Nanti Biar “Tak pulosorone” (Red. Biarkan nanti saya yang akan menyiksa).” Terangnya.
Dan saat di konfirmasi “Kades Suhadi menyampaikan pada intinya saya melakukan itu karena saya membawa organisasi “PKDI” yang di mintai bantuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, mengingat dan menimbang, saya dan organisasi suatu saat juga butuh polres dan kita juga mitra dari polres.” Pungkasnya.
Dan dalam hal tersebut sangat kami sayangkan, kenapa dengan adanya kasus tersebut yang saat ini sudah merupakan kasus nasional seorang Ketua “PKDI” yang dimana ia juga menjabat sebagai Kepala Desa Sumberrejo Kec. Rengel dengan terang – terangan bahwa ia membela sebuah institusi (oknum kepolisan) yang melakukan kesalahan dengan kasus salah tangkap.
Parwandi Kepala Desa Kenduruan Menjelaskan “Mendengar hal tersebut Kades Kenduruan Parwandi Menjelaskan Salah Saya itu apa kok sampai mau di Pulosoro, meskipun dia itu Ketua saya yang seharusnya melindungi saya tapi kan saya datang ke Polres ini untuk memenuhi panggilan Propam Polres untuk di klarifikasi terkait kasus salah tangkap yang menyangkut warga saya.” Jelasnya.
Selanjutnya, adanya saya datang telat sehingga saya mengutamakan panggilan polres karena adanya warga saya yang meninggal dunia sehingga saya harus takziah terlebih dulu.” Pungkasnya.
Bersambung
(Had/Redaksi)













