LAMONGAN, Reportase INC – Peringatan Isro’ Mi’roj digelar di Rumah Sakit Nahdhotul Ulama’ (RSNU) Babat, 28 Januari 2026.
Acara sederhana lesehan di musholla setempat siang ba’da dhuhur itu dipandu MC Bambang Irawan. Disambung sholawat bilqiyam dipimpin H.Udin Eko Prasetyo.
Sambutan ketua panitia menuturkan, sebetulnya acara peringatan ini sudah kami persiapkan jauh hari sebelumnya. “Namun masih sangat banyak kekurangannya. Untuk itu kami selaku panitia pelaksana mohon maaf sebesar-besarnya” lanjut Yufa Nidhomudin.
Sementara pimpinan rumah sakit, dokter Ananda titip pesan kepada audiens terdiri dari perawat dan karyawan serta keluarga pasien, bahwa para perawat yang tidak ada layanan, dimohon sholat jamaah di musholla ini.
Lebih jauh Pak dokter juga mengingatkan : “Hari Senen dan Kamis saya mengagendakan acara baca sholawat nariyah”. Tambahnya pula : “Saya minta Pak Modin Ngasiman menjadwal sebulan sekali untuk mengadakan ceramah agama” pinta orang nomor satu di Rumkit NU Raya Sumurgenuk itu.
Sedangkan tausiyah peringatan Isro’ Mi’roj disampaikan KH Toha Chasan. Dalam uraian ceramahnya, Abah Toha menuturkan, peristiwa Isro’ Mi’roj itu luar biasa tidak bisa dinalar akal. Tapi harus diyakini dengan iman.
Pengasuh ponpes Hidayatussibyan Almuniriyah Sawo itu juga membagi 3 alam dalam peristiwa Isro’ Mi’roj :
1. Alam Nasut. Alam manusia. Yakni perjalanan nabi dari masjid haram Makkah ke Masjidil Aqsho Palestina (perjalan onta 1 bulan).
2. Alam Malakut. Proses menuju langit tingkat 7. Warna biru langit itu hanyalah batas pandangan mata manusia. Aslinya sangat jauh dan tidak tampak.
3. Alam Lahut. Alam ketuhanan. Kanjeng nabi seorang diri tanpa didampingi Jibril, menuju Arasy Sidrotul Muntaha dan Mustawa.
“Saking dahsyatnya perjalanan yang super cepat kala itu belum ada teknologi canggih. Maka sekarang bisa mengilhami astronot terbang ke angkasa” urai Abah Toha.
Acara dilanjut tanya jawab dan ramah tamah bersama para perawat, tenaga medis dan karyawan untuk berpotret bersama.
Reporter : AHMAD FANANI MOSAH)














