LAMONGAN, Reportase INC – Suasana tenang di sebuah warung kopi yang terletak tepat di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mendadak riuh pada Selasa siang, 5 Mei 2026. Hal ini dipicu oleh kedatangan sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja yang melakukan inspeksi mendadak atau sweeping terhadap kedisiplinan pegawai di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati dua orang Aparatur Sipil Negara yang sedang asyik duduk bersantai sambil menikmati kopi di tengah jam dinas berlangsung. Berdasarkan pengamatan di lokasi, kedua pegawai tersebut diduga merupakan oknum tenaga pendidik atau guru dari salah satu sekolah yang ada di wilayah Lamongan. Mengenakan seragam dinas lengkap, keduanya tampak terkejut saat beberapa anggota Satpol PP menghampiri meja mereka.
Petugas kemudian terlihat memintai keterangan dengan seksama kepada kedua ASN tersebut. Mereka diminta untuk menunjukkan surat tugas atau bukti tertulis lainnya yang melegalkan keberadaan mereka di luar instansi pada jam kerja. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan singkat, keduanya tidak mampu menunjukkan dokumen yang diminta. Hal ini menguatkan dugaan bahwa mereka memang sedang membolos atau meninggalkan kewajiban tanpa izin resmi dari atasan.
Menurut keterangan salah seorang pengunjung warung yang juga sedang berada di lokasi, kedua oknum tersebut sempat berdalih bahwa pada hari itu mereka sedang tidak memiliki jadwal mengajar di sekolah. Meski memberikan alasan demikian, petugas Satpol PP tetap mencatat identitas mereka untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan peraturan disiplin pegawai yang berlaku.
Kejadian ini sangat disayangkan mengingat lokasi warung kopi tersebut berada tepat di depan kantor dinas yang membidangi pendidikan. Tindakan tegas dari Satpol PP ini diharapkan mampu memberikan efek jera agar para abdi negara tetap menjaga profesionalisme dan tidak keluyuran di tempat umum saat waktu pelayanan masyarakat masih berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada kedua oknum guru tersebut.
(Ade R)

















