LAMONGAN, Reportase INC – Cuaca panas, udara gerah. Semangat relawan SAE NGAOS kelurahan Babat didukung warga kampung Sawo, tidak kendo (Selasa, 5 Mei 2026).
Ini semua tidak lepas dari arahan, dukungan dan binaan dari Lurah Babat, Anom Priambodo, S. STP., “Mula-mula kami pendekatan ke warga. Terutama kampung yang garap. Termasuk warga Sawo RW 9 & 10. Alhamdulillah, kompak. Sementara tanah urug berupa limbah kerukan aspal diusahakan oleh relawan SAE NGAOS yang dipandegani Mbah Wi Wiyoto” kata Pak Lurah Anom mengawali perbincangannya dengan reporter media INC ini.
Mbah Wi yang punya nama panjang Moch Wiyoto dalam penuturannya kepada penulis berita ini, bahwa tanah urug bongkaran jalan raya Agrobis itu harus ditata sedemikian rupa kemudian disiram larutan oli bekas dan solar. Komposisi yang pas akan menghasilkan pemadatan limbah aspal layak digunakan” tutur Mbah Wi panjang lebar.
“Oli bekas disumbang Husni Rupiah. Pemilik LAM Bengkel mobil Sawo itu siap oli bekas” kata Gaguk Sucipto yang turut cancut taliwondo.
Pagi setengah siang itu, begitu ada woro-woro yang disiarkan dari menara masjid Al-Abror Sawo, warga berduyun-duyun sambil membawa peralatan kerjabakti (pacul, sekrop, godam/palu besar, cetok, timba dsb). “Kita-kita ini menyemangati saja, sambil turut terjun di lapangan. Terimakasih buat warga sekitar pasar burung yang kirim minuman dan camilan goreng-gorengan”. ujar H.Darsono wakil ketua RW 9. “Maklum ketua RWnya Bang Johan sedang bepergian jauh keluar kota” lanjut H. Darsono.
Titik kumpul yang diurug adalah sekitar rel sepur sebelah selatan. Lokasi sangat ledok itu kini lebih geneng dibanding sebelumnya. Para pengguna jalan merasa lebih aman dan nyaman. “Sekarang lebih enak dan agak mulus dibanding kemarin. Kami pengendara merasa lebih nyaman. Terimakasih para warga yang kerjabakti” tutur Vina Arvina pelajar SMA Negeri yang sedang melintas jalan termaksud.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.

















