PROBOLINGGO, Reportase INC – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang mahasiswi asal Kabupaten Probolinggo. Goviva Nur Aini (24), gadis yang tumbuh di Dusun Krajan, Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, kabupaten Probolinggo berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.
Motivasi Goviva terjun ke dunia kesehatan bukan tanpa alasan. Sejak kecil, ia harus menyaksikan perjuangan ayahnya yang menderita penyakit sesak napas menahun. Kondisi sang ayah yang sering kambuh setiap hari memicu tekad kuat di hati Goviva untuk menjadi garda terdepan dalam pengobatan.
”Saya melihat bapak sering sekali sesak napas. Dari situ saya bertekad mengambil jurusan keperawatan. Saya ingin bisa membantu masyarakat yang mengalami hal serupa seperti bapak saya,” ujar Govi pada awak media, Kamis (16/4/26).
Meski kondisi ekonomi keluarga tergolong kurang beruntung, Goviva tidak menyerah pada keadaan. Ia berhasil menyelesaikan studi S1 Keperawatan di ITSKes ICME Jombang. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi keluarganya di RT 03 RW 01 Desa Sekarkare.
Tak berhenti di jenjang sarjana, kini Goviva sedang menempuh pendidikan Pendidikan Profesi di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang. Langkah ini diambil guna mematangkan kompetensi klinisnya sebelum terjun langsung melayani masyarakat sebagai perawat profesional.
Kisah Goviva adalah potret nyata dedikasi seorang anak yang ingin mengubah duka keluarga menjadi manfaat bagi sesama.
Melalui perjuangannya, Goviva berharap dapat segera mengabdikan ilmunya secara luas, memberikan pertolongan medis bagi warga yang membutuhkan, dan tentunya memberikan perawatan terbaik bagi sang ayah tercinta di rumah.
(Alex)
















