LAMONGAN, Reportase INC – Adalah Toni (40 th keturunan Tionghoa) berdomisili di Kampung Tanggul Lengkong RT 05/RW 2 Kelurahan Babat. Duda tanpa anak itu sudah lama mengidap stres. Lurah Babat, Anom Priambodo, S.STP beserta staf dan tim Kesehatan Puskesmas Babat melakukan kunjungan berkala (Kamis, 16 April 2026).
“Setidaknya ada 3 pasien perlu perhatian lebih karena stres. Ada di Kampung Tanggul, Sawo dan Ngetrep” ujar Geger Permono staf Ekbang yang setia mendampingi Lurah Babat ketika mengadakan kunjungan kemana saja. Maklum staf yang juga mantan ketua RT 04/RW 9 itu juga didapuk sebagai juru kamera dan seksi dokumentasi Kantor Kelurahan setempat.
Melihat gelagat tak mengenakkan itu, Lurah Anom memberi rayuan agar Si Toni pasien stres itu mau disuntik dan diobati. Ternyata benar. Toni meronta-ronta dengan kuat. Bahkan mengancam Kasi Trantib, Roni. Maklum dengan hilang kesadarannya itu Toni bertingkah. Akhirnya staf kelurahan yang turut serta, Ali Nagoro mencoba menaklukkannya. “Ayo semangat Om Toni. Biar sehat. Ini dikasih obat dulu ya, sama Pak Dokter…” kata Pak Lurah Anom dalam kata rayuannya.
Maka dengan mudah Tim Kesehatan itu memeriksa tekanan darah dan detak jantung serta memberi obat penenang, penghilang stres. Pasien sebatangkara hidup seorang diri itu, sesekali dijenguk keluarganya.
Semoga tidak kumat lagi harapan kita semua. “Beberapa tempo lalu pernah ada orang lewat saja, langsung disabet celurit. Untungnya si korban memakai helm. Tapi masih tembus sedikit” tutur Geger Permono kepada penulis berita Koran Online Reportase INC ini.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.

















