LAMONGAN, Reportase INC – Lembaga bergerak di bidang seni-budaya, Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) DPD Lamongan, kembali menggelar kursus pranata adiwicara (Minggu, 14 Juni 2026).
Tahun ini merupakan bregada/angkatan ke 15. “Nama-nama yang sudah terdaftar ada 45 orang. Eh, baru saja ini tadi ada susulan 1 orang. Berarti total ada 46 orang” kata Kiyatarto, ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Lamongan, ketika ditanya wartawan Reportase ini.
Dalam arahannya, Pak Kiyat (sapaan akrabnya) memberikan arahan bahwa dari pengalaman yang sudah-sudah, peserta pelatihan diajak wisata/kunjung/tour ke kota budaya, Solo.
“Peserta mendapat materi tentang kepermadanian dari pengurus pusat. Kita menginap di TBS (Taman Budaya Surakarta) kemudian mengamati pagelaran wayang orang di gedung Sriwedari” urai Pak Kiyat memberi iming-iming. “‘Gimana setuju..??!! ” pancing Pak guru Bahasa Indonesia itu. ” Setuju,…!! ” sahut audiens terdiri dari para peserta, pengurus, pembina (pemateri) dan beberapa alumni turut mengguyubi.
Sementara Imam Sujadi, selaku kepala pawiyatan (semacam kepsek, red) sanggup memberi materi tambahan di luar jadwal yang 6 bulan. “Tambahan ekstra di luar jam tersebut gratis, tidak berbiaya” imbuh MC kondang yang pernah manggung/ditanggap makhluk halus (jin) itu.
Arahan dan dukungan positip berikutnya dari Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Modo, Suwarno. Dalam sambutannya, Suwarno berjanji akan mengajak guru-guru SD sekecamatan Modo, untuk menjadi peserta semua. “Sungguh saya sangat respon dan mengapresiasi kegiatan kursus ini. Tidak harus menjadi MC. Tapi agar bisa bicara di hadapan masyarakat” lanjut Korwil Pendidikan, yang disambut gemuruh sorak-sorai di ruang aula Sabha Wiyata milik SMPN 1 Modo.
Usai acara opening ceremonial, dlanjutkan potong tumpeng dan orientasi (pengantar dan pengenalan) peserta pelatihan tentang apa-apa yang harus dilakukan oleh peserta dalam rangka mencari ilmu spesial itu.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah

















