LAMONGAN, Reportase INC – Proyek pembangunan pengecoran Jalan Plaosan–Pucakwangi yang dikerjakan oleh CV “Lumintu Makmur Jaya” dengan nilai kontrak Rp4.113.600.000 sudah retak-retak alias pecah dan menjadi perhatian publik. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.
Perhatian dan tanggapan warga masyarakat sekitar muncul setelah beredar informasi mengenai penggunaan sealant pada sebagian konstruksi proyek. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari warga yang berharap seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar menghasilkan kualitas konstruksi yang baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Tokoh Pemuda Pancasila Kecamatan Babat Subari berharap Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami berharap dinas terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, sehingga hasilnya benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan seperti ini hasilnya belum apa-apa sudah retak retak seperti ini”, ujar Subari.
Menanggapi perhatian masyarakat tersebut, Direktur CV Lumintu Makmur Jaya, Aris, memberikan klarifikasi terkait penggunaan sealant pada pekerjaan konstruksi. Menurutnya, aplikasi sealant merupakan bagian dari metode pelaksanaan pekerjaan dan bukan dilakukan karena adanya keretakan pada bangunan.
“Sealant itu bukan karena ada keretakan. Fungsinya untuk mencegah kekeroposan pada bangunan,” jelas Aris saat dikonfirmasi.
Sementara itu, penilaian mengenai kesesuaian mutu pekerjaan dengan spesifikasi teknis tetap menjadi kewenangan instansi teknis melalui proses pengawasan, pemeriksaan, dan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun sepertinya dalam pelaksanaan proyek tersebut kurang adanya pengawasan dan bisa jadi bahanya tidak standar proyek sehingga baru beberapa bulan sudah retak-retak.
Media reportaseindonesianews com akan terus mengikuti perkembangan pelaksanaan proyek tersebut dan bagaimana tanggapan dari Pemkab juga tanggapan dari pihak terkait terhadap proyek yang nilainya milyaran tersebut.
(Had/Red)

















