LAMONGAN, Reportase INC – Pengawasan masyarakat melalui Jaringan Masyarakat Lamongan (JAMAL) justru menemui tembok pembungkam yang tebal di lingkungan SMAN 1 Mantup.
Jamal mendatangi sekolah tersebut pada Rabu, 8 Juli 2026, guna melakukan konfirmasi resmi dan penelusuran data terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2025. Namun yang ditemukan bukanlah keterbukaan, melainkan sikap yang penuh keraguan dan penolakan halus.
Rombongan diterima oleh Wakil Kepala Sekolah, Nur Khasan, serta Ketua Pelaksana Program sekaligus Wakil Sarana dan Prasarana, Rokhim. Ketika diminta kesempatan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah, Mukrim, pihak sekolah beralasan pimpinan sedang berada di luar lingkungan sekolah untuk keperluan pertemuan dinas.
Ketika Khoirul Huda, Koordinator JAMAL, meminta kesepakatan sederhana sekadar menyampaikan pesan melalui pesan singkat agar Kepala Sekolah dapat merespons keinginan konfirmasi data—termasuk rincian pelaksanaan tahun 2025—terjadi hal yang sangat mencurigakan: kedua pejabat sekolah itu sama sekali tidak berani dan menolak untuk menghubungi atasannya.
Ketidakmauan berkomunikasi yang tak beralasan jelas itu memicu tanda tanya besar yang tak dapat lagi diredam. Bagi proses pengawasan kebijakan publik,
sikap menutup diri ini bukan sekadar kurang ramah, melainkan sinyal nyata adanya hal yang sengaja dikaburkan dan disembunyikan di balik lembaran data proyek revitalisasi.
“Kami sangat menyayangkan sekaligus mempertanyakan ketidakberanian itu. Hal ini sangat beralasan menimbulkan dugaan kuat: ada catatan, ada angka, atau ada proses yang tidak boleh diketahui publik. Mengapa data yang seharusnya terbuka luas justru dijaga rapat-rapat seolah-olah itu dokumen rahasia negara?” tegas Khoirul Huda
Ia kembali mengingatkan, bahwa lembaga pendidikan yang dibiayai sepenuhnya uang rakyat mutlak dan wajib membuka diri. Hak masyarakat untuk melakukan pengawasan adalah benteng utama mencegah penyalahgunaan wewenang maupun pemborosan anggaran negara.
“Sikap bungkam dan menolak konfirmasi ini justru semakin menguatkan dugaan: ada yang ditutup-tutupi di SMA Negeri 1 Mantup.
Publik kini menanti penjelasan terbuka:
(Had/Red)00
















