LAMONGAN, Reportase INC — Pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2027 yang digelar oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan pada Kamis (5/11/2026) di Alun-alun Kabupaten Lamongan menuai kritik dari aktivis Jaringan Masyarakat Lamongan (JAMAL).
Kritik tersebut disampaikan Koordinator JAMAL, Khoirul Huda. Ia mempertanyakan efektivitas kegiatan apel yang dinilai tidak memberikan dampak nyata terhadap upaya mitigasi bencana banjir di Kabupaten Lamongan.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan ini aneh, masak mengantisipasi banjir dengan mengadakan apel?” ujar Khoirul Huda.
Menurut Huda, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang kerap menjadi persoalan di sejumlah wilayah Lamongan, seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Pemerintah daerah dinilai perlu menunjukkan langkah konkret melalui perencanaan dan pelaksanaan program mitigasi yang terukur.
Menurutnya, organisasi masyarakat semestinya turut menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam persoalan penanganan banjir.
“Ormas keagamaan di Lamongan seperti NU dan Muhammadiyah yang seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah dalam memitigasi banjir ,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Huda menegaskan bahwa persoalan banjir membutuhkan keseriusan pemerintah daerah melalui penyusunan rencana kerja yang jelas, mulai dari pemetaan wilayah rawan banjir, normalisasi saluran drainase, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, hingga kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
“Seharusnya Pemkab menyusun rencana kerja terbaik untuk memitigasi terjadinya banjir dan konsep penanganan banjir yang optimal di Lamongan, bukan malah upacara nggak jelas di Alun-alun,” pungkas Huda.
Kritik JAMAL tersebut menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan agar kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan apel, tetapi juga dibuktikan dengan langkah nyata, program mitigasi yang terukur, serta evaluasi berkala terhadap upaya pengendalian banjir di daerah.
(Had/Redaksi)
















