LAMONGAN, Reportase INC – Akhir-akhir ini, geliat literasi di kabupaten Lamongan tampak kian mencuat. Apalagi dengan digelarnya workshop menulis buku cerita anak dan illustrasinya, (1Juli 2026).
Secara keseluruhan, festival literasi itu diselenggarakan mulai 30 Juni s/d 02 Juli 2026. Paket acara digelar di halaman kantor Perpustakaan Daerah Lamongan. Stand-stand pameran antara lain terdiri dari penerbit buku ternama, Mizan. Buku-buku terpajang di seputaran tempat parkir itu dipromosikan dengan potongan harga 50 %.
Sementara di lokasi barat pengimaman masjid setempat, tersedia stand-stand yang diisi produk unggulan bumi Lamongan. Ada berbagai macam kuliner, suvenir, aksesoris, kain-kain batik dsb. Sedangkan di teras kantor/depan pintu masuk ruang perpustakaan, terpajang hasil karya lukisan yang penuh membawa kesan.
Terop besar dan panggung utama pagi itu diisi dengan tampilan bocah berkisah dan lomba mewarnai buat anak usia Paud dan TK.
Agak siang sedikit di panggung eksklusif itu dilanjut dengan workshop kepenulisan beserta teknik bikin illustrasi yang menarik. Pemakalahnya adalah Musrifah Medkom, dosen yang juga seorang jurnalis. “Genre buku anak ada 3 : realis, fantasi dan fabel” tutur Musrifah yang karyanya banyak mengejawantah. “Jenis buku bergambar banyak disenangi anak. Mereka suka tampilan visual. Lebih tinggi tingkat umurnya, lebih sedikit tampilan gambarnya” urai pembicara asal Pantura.
Ka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah S.ST, M.Kes, dalam pidato sambutannya mengajak audiens untuk lebih dekat dengan anak-anaknya. “Apalagi peserta workshop kali ini banyak kaum ibu-ibu, baik dan buruknya putra-putri kita tergantung dari ibu-ibu” kata Umuronah. Kadin Arpusda juga mengingatkan bahwa Lamongan punya perpustakaan megah ini mohon disiarkan kepada sanak famili, keluarga, handai tolan. ” Jadikanlah Lamongan sebagai lumbung pengetahuan” tutur Bu Umuronah. ” Dan besok tanggal 2 Juli di panggung ini akan digelar acara bedah buku…” imbuh Kadin Arpusda mengakhiri orasinya.
Pembicara berikutnya adalah Naafi Nur Rahma, illustrator buku anak yang sudah melalang-buana ke berbagai manca negara. ” Anak tertarik pada buku bukan karena tulisannya, tapi karena gambarnya” ungkap dosen cantik bertubuh lentik itu.
“Teknik kerja illustrator tidak hanya langsung bikin gambar saja. Tapi mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, antara lain penulis, pimpinan penerbit dan lain lain sebagainya” ungkap juru illustrasi itu.
Usai acara formal yang dimoderatori oleh Iva Dwi Nurhayati Guru Paud Karanggeneng itu, dilanjutkan potret bersama. Back ground panggung jumbo itu bertuliskan banner raksasa ‘Pusta Raya Literasi Lamongan Inspirasi Negeri’.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.

















