TUBAN, Reportase INC – Maraknya dugaan Peredaran pupuk bersubsidi secara ilegal di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan tajam publik, terutama dengan adanya dugaan keterlibatan oknum atau penyalahgunaan yang terorganisir, termasuk yang melibatkan oknum polisi/aparat.
Menurut informasi yang beredar di lapangan peredaran pupuk subsidi yang masuk secara ilegal di Kabupaten Tuban, dengan menggunakan armada truck pada waktu menjelang dini hari guna untuk mengelabuhi Aparat Penegak Hukum(APH), dan pupuk subsidi secara ilegal tersebut diduga di datangkan dari wilayah Madura, oleh seorang oknum anggota polisi aktif yang berdinas di Polsek Senori Polres Tuban Sebut saja BBT.
Berbekal informasi dari masyarakat terkait maraknya peredaran pupuk subsidi secara ilegal tersebut selanjutnya awak media Reportase INC adakan wawancara kepada salah satu warga sebut saja Karjo (bukan nama sebenarnya) kepada awak media Karjo mengatakan”,Sebenarnya dugaan peredaran pupuk subsidi ilegal yang di datangkan dari wilayah Madura oleh BBT tersebut sudah lama pak bahkan sudah bertahun tahun.
“Namun yang membuat warga heran kegiatan ilegal tersebut aman aman saja tidak pernah tersentuh Aparat Penegak Hukum(APH) khususnya Polres Tuban Polda Jatim. Yang saya tau serta informasi yang saya terima dari beberapa warga pupuk subsidi secara ilegal tersebut datangnya selalu menjelang dini hari sekira pukul 04.00 wib
“Dan pupuk tersebut di turunkan dari truck di rumahnya RSW yang berada di Dusun Giwang, Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. selanjutnya baru di distribusikan ke Desa Desa di wilayah kecamatan Singgahan, kecamatan Bangilan
“Dan kecamatan Parengan dengan menggunakan truck dan mobil pickup jenis Daihatsu grandmax warna biru. Dan ada salah satu sopirnya BBT namanya NRD, untuk lebih jelasnya silahkan wawancara sendiri kepada yang bersangkutan pak pungkas karjo kepada awak media Reportase INC.
Terpisah selanjutnya awak media Reportase INC mencoba mengkonfirmasi BBT 25/2/2026 melalui pesan singkat WA(WhatsApp) namun sampai berita ini di tayangkan beluma ada tanggapan dari beliau.
(Sanusi)














