PROBOLINGGO, Reportase INC – Guna menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Probolinggo Kota resmi memulai Operasi Keselamatan Semeru 2026. Dimulainya operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Mapolres Probolinggo Kota, Senin (2/2/2026).
Operasi kewilayahan ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Agenda ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026”.
Apel dipimpin oleh Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Didid Wahyu Agustyawan, mewakili Kapolres AKBP Rico Yumasri. Dalam amanat Kapolda Jatim yang dibacakannya, terungkap bahwa angka kecelakaan masih menjadi tantangan besar. Sebagai evaluasi, Operasi Keselamatan Semeru 2025 mencatat sebanyak 531 kecelakaan dengan total 10 korban jiwa.
Kompol Didid menegaskan bahwa operasi kali ini mengedepankan pendekatan preemtif (imbauan) dan preventif (pencegahan), namun tetap didukung penegakan hukum yang humanis.
“Operasi ini bukan semata-mata soal penindakan, tetapi edukasi untuk menumbuhkan kesadaran. Kami ingin masyarakat lebih disiplin demi keselamatan bersama,” ujar Kompol Didid.
Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait akan memprioritaskan penindakan pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, di antaranya:
1. Pengendara di bawah umur.
2. Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman.
3. Melawan arus dan menerobos lampu merah.
4. Menggunakan ponsel saat berkendara.
5. Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
6. Kendaraan Over Dimension & Over Loading (ODOL).
7. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong).
Selain pengawasan di lapangan, Satlantas Polres Probolinggo Kota juga menggencarkan patroli dialogis serta pembagian brosur keselamatan. Imbauan masif juga dilakukan melalui media sosial agar pesan keselamatan sampai ke kalangan milenial dan masyarakat luas.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Polres Probolinggo Kota berharap budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukumnya semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. (Alex)













