LAMONGAN, Reportase INC – Lembaga pendidikan SMABA (Sekolah Menengah Atas Babat) menggelar pertemuan orangtua/walimurid duduk bersanding dengan putra-putrinya. Kegiatan tatap muka pembicara/motivator dengan audiens secara lesehan di gedung serbaguna yang baru dibangun. Teknisnya secara bergantian, dimulai tanggal 5 Januari 2026 untuk kelas XII.Tanggal 6 Januari untuk kelas XI. Dan tanggal 7 Januari untuk kelas X.
Kepala sekolah, Drs.H.Sunardi, M.Si dalam pidato sambutannya memberi semangat, bahwa anak masuk sekolah SMA Negeri 1 Babat ini adalah anak hebat. Berasal dari orangtua/walimurid hebat. “Harapan kami semoga, menjadi alumni yang hebat dengan menjaga martabat” tutur orang nomor 1 di lembaga sekolah tersebut.
Sebelum mengakhiri orasinya, Pak Nardi (demikian sapaan akrabnya) mengingatkan : “Tiga tahun sudah, anak-anak dititipkan di SMABA ini, agar orangtua tidak putus hubungan dengan sekolah, monggo dipersilahkan sering-sering komunikasi dengan sekolah melalui guru BK (Bimbingan Konseling), demi kemajuan putra/putri panjenengan, ke perguruan tinggi mana yang harus ditempuh.” tutur H.Sunardi.
Sementara ketua komite sekolah, Edy Mulyono, ST sangat mengapresiasi pertemuan parenting itu. “Pertemuan semacam ini sangat penting. Dengan hadirnya orangtua/walimurid mendampingi anak-anaknya, pertanda orangtua tersebut sangat peduli dengan putra/putrinya” tutur si pemilik bengkel sepedamotor bermarkas di Lengkong, Gotong Royong Babat itu.
Pemateri pertama, dr.Dianasari, SpKJ, Subsp.A.R (K), M.Kes, MBA, mengajak orangtua untuk sering-sering mengontrol HP anak-anaknya. “Terkadang ada yang sembunyi-sembunyi buka-buka majalah bernuansa pornografi. Juga jangan biarkan anak-anak berselancar di medsos ke sana, kemari yang mengganggu moral anak” pesan Bu dokter sudah malang-melintang menangangi kejiwaan anak dan remaja itu.
Paparan berikutnya dokter Diana, membongkar rahasia. Katanya, bila ada anak remaja ngompol pertanda si anak itu sedang mengalami kecemasan dan punya beban batin.
Sedangkan motivator berikutnya adalah Dr. Nafik Palil, M.Pd, mempraktekkan trik-trik agar anak anak-anak tunduk, patuh pada orang tua. Salah satunya adalah adanya kedekatan fisik dan emosional/perasaan antara ortu dengan si anak. Pak Nafik Palil memeragakan membaca-baca doa dan sholawat, kemudian ditiupkan pada ubun-ubun si anak. Seluruh ortu/wamu kelas XII itu langsung mengikutinya. Bahkan dosen Universitas Negeri Surabaya itu juga sempat praktek nyuwuk anak-anak melalui media air minum yang sudah disiapkan. “Panjenengan tak aturi cara nyuwuk anak agar menjadi anak soleh/solehah” kata Pak Nafik. Kemauan motivator bertarap internasional itu meletakkan botol air minum di dada sebelah kiri. Setelah dibacakan “japa-mantra” dari quran dan bacaan sholawat, air itu diminum bergantian dari ortu kepada anaknya.
Tak sedikit dalam sentuhan sentuhan hati itu bikin trenyuh Hinga meneteskan airmata. Audiens ortu/wamu dan anak-anaknya sesenggukan bak hujan tangis.
Salah satu pengunjung, Bambang dari desa Karangpilang bertutur, bahwa acara semacam itu bikin hati tersentuh. “Perlu digalakkan, sampai saya brebes mili” kata ayah dari Sekar kelas XII/2, kepada penulis berita koran on-line ini.
Reporter : Ahmad Fanani Mosah.














