LAMONGAN, Reportase INC – Kelurahan Babat memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 81, dengan menggelar turnamen sepak bola unik menarik. Usia pemain minimal 40 tahun. Memakai sarung. Aturan pakai sarung harus menutup matakaki. Ketika menggiring bola atau menyepak atau selama bertanding tidak boleh mencincing sarung. Bila melanggar, wasit akan memberi peringatan.
Tim pemain merupakan duta setiap RW. Sekelurahan Babat ada 13 RW. Berarti ada 13 tim sepak bola sarungan. Sampailah pada babak final, (7 Agustus 2026) memperebutkan juara l & ll. Pemenangnya dalam laga tanding super lucu itu diraih RW 11 dengan skor 3- 1, atas RW 13.
Sedangkan di cabang sepak bola anak, (maksimal umur 12 tahun) final sore itu tim RW 01 berhadapan dengan RW 10. RW 01 berlokasi di Tanggul Rejo menang telak 3-0. RW 10 berlokasi di kampung Sawo, harus rela mendapat trophi perak sebagai tanda juara II. Pelatihnya adalah Basman Aprianto. “Kami sudah membrifing anak-anak malam sebelum tanding dirumah saya. Tim RW 10 punya pemain cewek 2 anak. Maklum cowoknya berpostur kecil-kecil. Lawan tandingnya besar-besar” kata Basman yang kakinya cidera akibat main memperkuat tim RW 10 bersarungan.
Tim sepak bola anak RW 10 usia 12 tahun meski rela menyandang juara ll, dimanjakan dengan naik mobil Tayo. Para pemain dan pendukungnya, terdiri dari orangtuanya, dipersilahkan oleh sopir Edi Yeni (pengusaha air depo isi ulang) untuk naik Tayo. Modifikasi mobil menjadi kendaraan nyentrik itu keliling kampung Gilang dan Sawo. Selama diarak keliling dengan riang gembiranya, Mereka meneriakkan yel-yel penggugah semangat : “RW 10, juara…!!!”. Kalimat penyemangat itu bikin decak kagum para penonton yang memadati lapangan Sawonggaling.
(Reporter : A.Fanani Mosah)
















