LAMONGAN, Reportase INC – Audiensi bersama Komisi B DPRD Kabupaten Lamongan, beserta jajaran direksi dan pengawas BDL untuk membahas penanganan kasus ini secara mendalam dilaksanakan pada hari jumat (03/07/2026).
Dalam forum audiensi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lamongan, Ir. Suyatmoko, M.M menyoroti kemunduran kinerja keuangan BDL berdasarkan ikhtisar keuangan periode 2018–2023.
Menurutnya, indikator kesehatan BDL saat ini bertumpu pada pengendalian Non-Performing Loan (NPL) dan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).
“Jika kita merefleksikan kinerja yang lalu, BDL pernah berada di posisi yang sangat ideal. Saat itu, NPL mampu ditekan hingga ke posisi 5%, yang secara otomatis membuat rasio BOPO menjadi sangat efisien di kisaran 70%,” ujar wakil ketua komisi B tersebut.
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan realita saat ini. Legislator dari Fraksi Golkar ini mengungkapkan bahwa BDL tengah menghadapi tantangan finansial yang sangat serius. NPL Saat ini menembus level 14%.
Angka yang sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan bank. BOPO kini mencapai 90%, yang mempersempit ruang profitabilitas.
Suyatmoko menjelaskan, besarnya angka NPL memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap pembengkakan BOPO.
Hal ini terjadi karena manajemen harus menaikkan alokasi dana cadangan demi mengantisipasi risiko lonjakan kredit macet tersebut.
Komisi B DPRD Lamongan mengingatkan bahwa BDL memegang posisi krusial bagi perekonomian daerah.
Kehadiran BDL diharapkan menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah demi mewujudkan kemandirian fiskal.
“Tugas utama dan Pekerjaan Rumah (PR) terbesar kita hari ini sudah sangat jelas, fokus total pada penurunan NPL. Dengan mengendalikan NPL, kita dapat memangkas beban cadangan operasional dan menurunkan angka BOPO,” pungkas anggota fraksi parta Golkar tersebut.
Di sisi lain, Jaringan Masyarakat Lamongan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal ketat penyelesaian kasus ini. Mereka mendorong seluruh pihak, baik internal perbankan maupun stakeholder terkait, untuk ikut andil dan bertanggung jawab penuh.
(Had/Red)

















